Kamis, 14 Mei 2026

Bongkar Pasang Saham Pilihan, BBCA Bertahan, BBRI Beda Nasib

Penulis : Harso Kurniawan
23 Mar 2025 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham melalui smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham melalui smartphone. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – CGS International membongkar daftar saham defensif pilihan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasilnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada di posisi teratas, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) keluar daftar.

CGS International menilai, pasar saham Indonesia sempat rebound 6% setelah menyentuh titik terendah pada 28 Februari 2025. Ini disebabkan oleh pelemahan dolar AS dan rotasi aliran dana ke pasar saham negara berkembang.

Akan tetapi, tulis institusi ini, IHSG cenderung tertekan hingga April 2025, seiring kinerja keuangan kuartal I-2025 emiten yang ditaksir lemah. CGS menaksir pertumbuhan EPS emiten tahun ini hanya 1%.

ADVERTISEMENT

CGS menilai, pelemahan daya beli adalah pemicu utama penurunan kinerja emiten bersama dengan program populis pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG). Dari pengecekan CGS ke sejumlah emiten, pertumbuhan konsumsi kelas menengah melambat dan terjadi kompetisi ketat di produk barang konsumsi.

CGS menggarisbawahi, pasar akan mencermati pergantian direksi bank Himbara pada April 2025, yang akan menciptakan ketidakpastian sementara.

Saat ini, IHSG diperdagangkan dengan PER 2025 sebesar 10,6 kali, di bawah rata-rata historis. Artinya, ada peluang untuk masuk.

“Selama Maret dan April 2025, pasar diprediksi bergerak sideways karena banyaknya angin yang bertiup dari arah depan (headwind),” tulis CGS, dikutip Sabtu (22/3/2025).

Saham Pilihan  

CGS merevisi daftar saham pilihan menjadi BBCA, PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Sebelumnya, saham pilihan CGS adalah BBRI, BBNI, TLKM, ISAT, dan PWON. BBRI diganti karena bakal kena imbas ketidakpastian kebijakan pemerintah dalam jangka pendek, sedangkan PWON terus kena upgrade dalam hall aba bersih.

Saham BBRI turun 21% sejak CGS memasukkan ke daftar saham pilihan pada 24 Oktober 2024, sejalan dengan kinerja indeks LQ 45.

Rekomenddasi saham BBCA, ASII, UNTR, TLKM, ISAT, dan MIDI adalah add dengan target harga Rp 12.350, Rp 6.000, Rp 30.100, Rp 3.050, Rp 2.670, dan Rp 510. Adapun saham SIDO dapat rekomendasi hold dengan target harga Rp 580. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 55 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia