Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Seiring Pernyataan Hawkish The Fed

Penulis : Grace El Dora
27 Mar 2025 | 10:44 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Senin (26/8/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc)
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Senin (26/8/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah hari ini cenderung melemah seiring pernyataan "hawkish" The Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga. Pejabat The Fed Neel Kaskhari disebut menyampaikan tidak ada urgensi untuk memangkas suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi oleh kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Namun kurs rupiah hari ini masih menguat tipis pada Kamis (27/3/2025) naik 22,5 poin (0,14%) menjadi Rp 16.565 terhadap dolar AS, menurut data Bloomberg.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah melemah seiring pernyataan hawkish mengenai inflasi dan tingkat suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR).

ADVERTISEMENT

“Dolar AS didukung oleh pernyataan hawkish mengenai inflasi dan tingkat suku bunga dari dua pejabat The Fed Neel Kashkari dan (Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of St. Louis) Alberto Musalem,” jelas Lukman dalam catatan Kamis.

Musalem mengatakan dampak inflasi dari pemberlakuan tarif AS mungkin bukan hanya untuk sementara. Artinya, jelas Lukman, dampak langsung tarif pada harga diperkirakan hanya akan singkat dan terbatas pada inflasi AS, tetapi efek tak langsung dapat bersifat lebih persisten terhadap inflasi.

“Kebijakan baru Trump yang menetapkan tarif 25% untuk otomotif juga menekan aset dan mata uang beresiko,” imbuhnya.

Rupiah diprediksi melemah terhadap dolar AS yang menguat pasca data penjualan barang tahan lama AS lebih kuat dari perkiraan.

“Penjualan barang tahan lama AS naik 0,9% dibandingkan dengan ekspektasi untuk turun 1%,” kata Lukman. Berdasarkan dua faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp 16.500 sampai dengan Rp 16.600 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta melemah sebesar 21 poin atau 0,13% menjadi Rp 16.609 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.588 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia