Jumat, 15 Mei 2026

Kabar Laba BTN (BBTN) Setelah Terempas

Penulis : Prisma Ardianto
30 Mar 2025 | 10:13 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN melaporkan laba bersih sebesar Rp 150,30 miliar (+47,84% MoM, -46,37 YoY) pada Februari 2025.

Mengacu laporan keuangan BBTN, hasil tersebut membuat laba bersih selama 2M25 tercatat -54,66% YoY menjadi Rp 251,96 miliar. Sebuah penurunan yang cukup dalam, tetapi masih sedikit lebih baik dibandingkan hasil 1M25 yang sempat terempas -63,1% YoY.

Tak banyak perbaikan mencolok, membuat perolehan laba bersih dua bulan itu baru mencakup 7,5% dari target yang diestimasikan manajemen mencapai Rp 3,32 triliun untuk FY25. Asumsi laba bersih bisa tumbuh +10,35% YoY.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, perlu bgai BBTN kerja ekstra untuk mengejar target ambisius itu, mulai dari menggenjot penyaluran kredit dan pembiayaan sambil menjaga kualitasnya, menjawab tantangan likuiditas, termasuk mendorong sejumlah indikator lain dalam menghasilkan laba (rentabilitas).

  1. NIM terkerek, tapi masih di bawah target

Margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) dari BBTN tercatat sebesar 2,84% pada Februari 2025 (vs Jan 2025: 2,30%). Peningkatan NIM dipengaruhi pendapatan bunga yang tumbuh 3,15% MoM menjadi Rp 2,43 triliun.

Kemudian, beban bunga -7,87% MoM menjadi Rp 1,38 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) meningkat menjadi Rp 1,04 triliun pada Februari 2025 (+22,63% MoM)

Perbaikan itu belum cukup untuk mengerek kinerja NIM selama 2M25, dimana NIM tercatat sebesar 2,56% (vs 2M24: 3,33%). Ditegaskan dari kinerja NII selama 2M25 yang -2,29% YoY menjadi Rp 1,90 triliun.

Realisasi NIM pada kinerja dua bulan itu juga masih di bawah asumsi manajemen BBTN sebesar 3,32% untuk guidance FY25. Target tersebut juga yang salah satunya diharapkan bisa mendongkrak laba bersih tumbuh 10,35% YoY pada tahun ini.

Tren Biaya Kredit dan Likuiditas

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia