Jumat, 15 Mei 2026

Harga Bitcoin Terpuruk, Respons Tarif Baru Trump

Penulis : Indah Handayani
3 Apr 2025 | 07:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bitcoin dan mata uang kripto lainnya pada layar yang menunjukkan kode biner terlihat melalui kaca pembesar. (FOTO: REUTERS/Florence Lo/Ilustrasi)
Ilustrasi bitcoin dan mata uang kripto lainnya pada layar yang menunjukkan kode biner terlihat melalui kaca pembesar. (FOTO: REUTERS/Florence Lo/Ilustrasi)

JAKARTA, investor.id - Pasar kripto jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin terpuruk merespons kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (3/4/2025) pukul 07.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global terkoreksi 2,8% menjadi US$ 2,66 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terlihat jatuh 2,2% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 83.220 per koin atau setara Rp 1,37 miliar (kurs, Rp 16.560).

Hal serupa juga terjadi pada Ethereum (ETH) yang rontok 3,94% menjadi US$ 1.821 per koin. Sedangkan Binance (BNB) turun 2,11% menjadi US$ 596 per koin.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Cryptonews, kebijakan tarif terbaru Trump mengguncang pasar global, meningkatkan ketidakpastian di berbagai industri dan hubungan geopolitik.

Pada Rabu (2/4/2025), Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang mencakup tarif dasar 10% untuk semua impor serta tarif timbal balik yang setara dengan setengah dari tarif yang dikenakan oleh masing-masing mitra dagang AS. Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan perdagangan AS.

Pengumuman ini, yang menargetkan mitra dagang utama AS, langsung berdampak pada pasar keuangan karena investor menilai potensi pengaruhnya terhadap inflasi, laba perusahaan, dan rantai pasok global.

Reaksi pasar terhadap kebijakan ini beragam. Indeks berjangka AS mengalami penurunan awal saat investor mencerna dampak tarif terhadap perusahaan multinasional yang bergantung pada rantai pasok luar negeri.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average melemah dalam perdagangan pra-pasar, sementara Nasdaq, yang memiliki eksposur tinggi terhadap rantai pasok semikonduktor global, mengalami penurunan yang lebih tajam.

Sementara itu, Bitcoin sempat naik saat Trump mulai berbicara, tetapi kemudian stabil di sekitar US$ 86.000, mencerminkan reaksi yang lebih hati-hati dari para pedagang aset kripto.

Harga emas mengalami kenaikan karena investor mencari aset safe-haven di tengah kekhawatiran terhadap gangguan perdagangan global.

Dolar AS Menguat

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 36 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia