Wall Street Terjun Bebas Akibat Tarif Trump
Pemerintahan Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10% untuk semua negara mulai 5 April 2025. Selain itu, tarif tambahan akan dikenakan terhadap negara-negara yang menerapkan tarif lebih tinggi terhadap produk AS.
Menanggapi reaksi pasar yang anjlok, Trump membandingkan kebijakan tarif ini dengan operasi medis yang diperlukan. "Pasar akan meledak. Saham akan melonjak. Negara akan berkembang. Dan seluruh dunia ingin tahu apakah mereka bisa mencapai kesepakatan," ujar Trump.
Langkah tarif ini memicu ketidakpastian besar di kalangan investor dan pelaku pasar, dengan banyak pihak khawatir terhadap dampaknya pada pertumbuhan ekonomi global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






