Pilih Saham atau Emas?
Terkait perbandingan dengan emas, Hendra mengakui bahwa logam mulia ini mencetak return impresif dalam lima tahun terakhir, sekitar 84%.
Namun, saham unggulan juga mencatatkan imbal hasil yang kompetitif—tergantung titik masuk.
“Emas cocok untuk lindung nilai, tapi saham tetap unggul untuk akumulasi kekayaan jangka panjang—asal selektif dan konsisten,” katanya, Selasa (9/4/2025)
Adapun menurut Felix, dalam kondisi ini, investasi pada instrumen seperti emas bisa dipertimbagkan lantaran emas menunjukkan kinerja stabil dengan imbal hasil tahunan di kisaran 13–28%.
Baca Juga:
Takdir Harga Emas Diramal Seperti IniNamun, bagi investor yang mencari potensi keuntungan lebih tinggi, saham tetap menjadi pilihan dengan prospek jangka panjang, meskipun volatilitasnya lebih tinggi.
Senada, Audi juga mencermati kinerja emas yang secara akumulatif mencatatkan return sekitar 88% dalam beberapa tahun terakhir.
“Kondisi global seperti pandemi Covid-19 dan perang dagang telah mendorong investor mengalihkan portofolio ke aset lindung nilai (safe haven) seperti emas, dibandingkan saham yang berisiko tinggi,” ujarnya.
Namun demikian, pasar saham tetap memberikan peluang bagi investor jangka panjang, terutama jika fokus pada strategi yang disiplin dan selektif terhadap emiten berkualitas.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






