Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak 4% Lebih Usai Trump Tunda Tarif

Penulis : Indah Handayani
10 Apr 2025 | 05:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )
ilustrasi harga minyak ( Foto ilustrasi: AFP/File / Haidar Mohammed Ali )

NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada Rabu (9/4/2025), bangkit dari posisi terendah dalam empat tahun terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan tarif impor untuk sebagian besar negara, namun menaikkan tarif terhadap China menjadi 125%.

Dikutip dari Reuters, Trump menyatakan akan menghentikan penerapan tarif baru selama 90 hari untuk negara-negara yang bersedia bernegosiasi, tetapi tarif terhadap China langsung dinaikkan efektif per hari itu. Sebelumnya, tarif 104% terhadap barang-barang dari China juga telah diberlakukan di awal sesi perdagangan.

Harga minyak Brent ditutup naik US$ 2,66 (4,23%) menjadi US$ 65,48 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak US$ 2,77 atau 4,65% ke level US$ 62,35 per barel.

ADVERTISEMENT

Kedua harga acuan minyak ini sempat anjlok sekitar 7% di awal perdagangan sebelum berbalik menguat menyusul kabar dari Gedung Putih.

“Kita sekarang berada di titik balik dalam konflik dagang. Trump memberi waktu bagi negara-negara yang bersedia berdialog untuk menyelesaikan masalah tarif, tapi di sisi lain, ia mengisolasi China secara ekonomi,” kata analis senior Price Futures Group Phil Flynn.

Sebagai balasan, pemerintah China mengumumkan tarif tambahan terhadap barang-barang asal AS sebesar 84% mulai Kamis (10/4/2025). Sementara itu, negara-negara Uni Eropa sepakat menerapkan tarif 25% terhadap sejumlah barang impor dari AS sebagai bentuk langkah balasan tahap awal.

“Pasar sepertinya berharap kesepakatan dengan China masih mungkin terjadi. Namun ketegangan yang terus meningkat ini tetap memberi tekanan terhadap harga minyak,” ungkap Direktur Energi Berjangka di Mizuho Bob Yawger.

Resesi Global

Analis UBS Giovanni Staunovo menambahkan, kekhawatiran akan resesi global membayangi pasar minyak. “Permintaan minyak mungkin belum terpengaruh secara signifikan, tapi meningkatnya kekhawatiran akan permintaan lemah dalam beberapa bulan ke depan menuntut harga yang lebih rendah untuk menyesuaikan pasokan,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak juga tertahan oleh keputusan OPEC+ pekan lalu untuk meningkatkan produksi sebanyak 411 ribu barel per hari mulai Mei, yang dinilai berisiko menciptakan surplus pasokan.

Di AS, data Energy Information Administration (EIA) mencatat stok minyak mentah naik 2,6 juta barel menjadi 442,3 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 1,4 juta barel.

“Ekspor AS masih di level rendah, dan ada kekhawatiran apakah kita akan kehilangan akses ke pasar China,” kata partner Again Capital di New York John Kilduff.

Sementara itu, sistem pipa minyak Keystone yang menghubungkan Kanada dan AS mengalami gangguan usai terjadi kebocoran di dekat Fort Ransom, Dakota Utara. Operator pipa telah mengeluarkan pemberitahuan force majeure dan menghentikan operasional sejak Selasa.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 58 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia