Laba Emiten Ini Melonjak 182%
Dari sisi neraca, total aset SBMA per 31 Desember 2024 mencapai Rp 289,97 miliar, naik dari Rp 276,17 miliar. Ekuitas juga menguat menjadi Rp 227,89 miliar, sementara liabilitas berada di posisi Rp 62,08 miliar. Posisi kas dan setara kas meningkat signifikan menjadi Rp 10,42 miliar, dibandingkan Rp 4,75 miliar pada akhir 2023.
Menyongsong 2025, SBMA optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan seiring ekspansi industri dan peningkatan permintaan gas industri di kawasan Indonesia Timur.
“Proyek hilirisasi di Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan pengembangan energi hijau melalui PLTA di Kalimantan Utara akan menjadi katalis positif. Sektor pertambangan, minyak dan gas, serta perkebunan juga menunjukkan potensi permintaan tinggi,” ujar Direktur Operasional SBMA, Julianto Setyoadji.
Julianto menambahkan, kinerja kuartal I-2025 masih sesuai target, meski dipengaruhi pola musiman akibat perayaan keagamaan. Ke depan, perseroan fokus menjalin kerja sama jangka panjang di sektor pertambangan untuk menjamin utilisasi produksi dan ekspansi pasar secara berkelanjutan.
Dengan pencapaian positif dan strategi yang terarah, SBMA menatap 2025 dengan keyakinan tinggi untuk terus memperkuat posisi di industri gas industri nasional.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler

