Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Anjlok 3% Lebih, Dipicu Perang Dagang AS-China

Penulis : Indah Handayani
11 Apr 2025 | 05:28 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber:  REUTERS/Drone Base/File Photo
ilustrasi harga minyak. Sumber: REUTERS/Drone Base/File Photo

HOUSTON, investor.id - Harga minyak global turun lebih dari 3% pada Kamis (10/4/2025), menghapus kenaiakn tajam yang terjadi sehari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah investor kembali mencermati keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda tarif impor terhadap sejumlah negara, namun sekaligus menaikkan tarif secara tajam terhadap China.

Dikutip dari Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup anjlok US$ 2,28 atau 3,7% ke level US$ 60,07 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent jatuh US$2,15 (3,3%) menjadi US$ 63,33 per barel.

Kedua harga minyak tersebut sempat menguat lebih dari US$ 2 per barel pada Rabu, usai Trump mengumumkan jeda 90 hari untuk tarif tinggi yang sebelumnya dikenakan terhadap sejumlah mitra dagang AS. Namun, pasar kembali tertekan setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif kumulatif untuk barang impor dari China kini mencapai 145%.

ADVERTISEMENT

Sebagai balasan, China juga menaikkan tarif impor atas produk AS hingga 84%. Ketegangan ini berpotensi menurunkan permintaan minyak mentah AS dari China, memperbesar stok domestik, dan menekan harga, menurut analis dari Ritterbusch and Associates.

Data dari pelacak kapal Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah AS ke China merosot menjadi 112 ribu barel per hari pada Maret, hampir separuh dari volume tahun lalu yang mencapai 190 ribu barel per hari.

"Jika konflik dagang ini terus berlanjut, dampaknya terhadap ekonomi global bisa sangat serius," ungkap Co-Portfolio Manager di Catalyst Energy Infrastructure Fund Henry Hoffman.

Stok Minyak Mentah

Pemerintah AS mencatat kenaikan stok minyak mentah sebesar 2,6 juta barel pekan lalu, hampir dua kali lipat dari proyeksi analis yang hanya 1,4 juta barel, menurut survei Reuters.

Analis Macquarie juga memperkirakan akan ada penambahan stok lagi dalam pekan ini. Di saat yang sama, AS tetap melanjutkan penerapan tarif tambahan 10% untuk seluruh impor lainnya.

Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Kamis menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan permintaan minyak tahun ini dan tahun depan, seraya memperingatkan bahwa tarif dapat memberi tekanan lebih besar pada harga minyak dunia.

“Ekspektasi penurunan permintaan akibat tarif, ditambah risiko resesi di AS, menjadi perhatian utama pelaku pasar dan akan membatasi potensi kenaikan harga dalam waktu dekat,” tambah Ritterbusch and Associates.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia