Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Obligasi Indonesia Cukup Aman dari Dampak Negatif Tarif Trump

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
13 Apr 2025 | 17:22 WIB
BAGIKAN
Pengunjung tengah memperhatikan indeks obligasi di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung tengah memperhatikan indeks obligasi di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Muhammad Chatib Basri menilai, pasar obligasi Indonesia cukup aman dari efek negatif kebijakan kenaikan tarif Trump. Menurutnya, efek terhadap obligasi mungkin terbatas, karena kepemilikan asing di obligasi pemerintah hanya sekitar 14%.

Mantan Menteri Keuangan ke-28 itu menyebut kondisi krisis saat ini berbeda dengan krisis keuangan sebelumnya, termasuk krisis tahun 2008. Saat itu, situasi krisis jauh lebih berat karena Indonesia masih bisa tumbuh 4,6% dibandingkan dengan krisis yang terjadi saat ini.

Tak hanya di sisi pasar obligasi, dampak negatif dari sisi ekspor juga terbatas. Ia menjelaskan kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hanya sebesar 22%, dengan porsi ekspor ke AS hanya sekitar 10%.

ADVERTISEMENT

“Jadi, kalau terhadap PDB, andilnya hanya 10% dari 22% atau 2,2%. Maka, meski dalam skenario terburuk pun, efek (tarif resiprokal AS) hanya 2,2% dari GDP,” terang dia.

Walaupun demikian, ia mengakui bahwa industri yang terlibat dalam aktivitas ekspor tak bisa dipungkiri pasti akan menerima dampak kebijakan Trump. Untuk memitigasi efek negatif di industri berbasis ekspor, ia meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah deregulasi.

“Jika kita bisa melakukan deregulasi dengan memotong ekonomi biaya tinggi, maka penurunan dampak dari biaya produksi bisa sangat signifikan,” kata Chatib.

Kebijakan lain yang diambil Pemerintah Indonesia juga termasuk penghapusan kuota impor dan relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia