Harga Emas Jatuh Parah, Pasar Kecewa Sikap Hati-Hati The Fed
Analis logam independen Tai Wong menilai Powell tetap ‘menyimpan kartunya’ dengan menyampaikan pesan bahwa The Fed akan wait and see dan tidak bisa mengambil langkah pre emptive. “Hal ini membuat pasar sedikit kecewa, tetapi tidak mengubah sentimen bullish kuat harga emas,” kata Wong.
Wong menambahkan, setiap penurunan harga emas akan dimanfaatkan untuk membeli karena investor masih sangat yakin dengan pasar emas.
Tahun ini, emas telah naik 28,6% berkat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan pembelian masif oleh bank sentral dunia. Bank sentral China bahkan menambah cadangan emasnya untuk bulan keenam berturut-turut pada April lalu.
Analis pasar senior di RJO Futures Daniel Pavilonis menilai pelemahan harga emas juga dipengaruhi oleh sinyal positif dalam pembicaraan dagang AS-China. “Sebagian besar pelemahan emas ini disebabkan karena adanya pertemuan tarif antara AS dan China. Pernyataan The Fed juga terkesan netral, jadi tidak ada kejutan dari Powell,” ungkapnya.
Hal itu seiring dengan kabar bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Kepala Negosiator Perdagangan Jamieson Greer akan bertemu dengan pejabat ekonomi China He Lifeng di Swiss akhir pekan ini. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah positif untuk mengurangi ketegangan perdagangan kedua negara.
Sementara itu, harga logam mulia lain juga ikut melemah. Harga perak turun 2,9% ke US$ 32,27 per ons, platinum turun 0,9% ke US$ 975,60, dan paladium melemah 1,2% ke US$ 963,34 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






