Jumat, 15 Mei 2026

Asuransi Bintang (ASBI) Bidik Laba Tumbuh Dua Kali Lipat

Penulis : Prisma Ardianto
11 Mei 2025 | 18:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI). (Foto: istimewa)
Ilustrasi PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI). (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menyasar pertumbuhan laba bersih sampai dengan dua kali lipat untuk tahun buku 2025. Profitabilitas akan didorong melalui bisnis-bisnis dengan margin tebal dan operasional yang lebih efisien.

“Dari stochastic monte-carlo business plan simulation kita, laba bersih (2025) ada di Rp 21,12 miliar,” ungkap Presiden Direktur Asuransi Bintang, Hastanto Sri Margi Widodo saat dihubungi investor.id baru-baru ini.

Dengan sasaran Rp 21,12 miliar untuk tahun buku 2025 itu, praktis laba bersih diproyeksikan dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi 2024 yang sebesar Rp 9,89 miliar. Secara persentase, pertumbuhan laba bersih ASBI adalah sebesar 113,28% year on year (yoy).

ADVERTISEMENT

Widodo mengungkapkan, perusahaan akan fokus memupuk profitabilitas terhadap produk-produk yang punya margin besar. Dengan keberhasilan implementasi model akuntansi termutakhir yaitu PSAK 117, perusahaan dapat lebih jitu memetakan lini-lini yang benar-benar menghasilkan keuntungan.

”Kita drive dari long term dan produk-produk yang marginnya masih agak tebal. Biaya juga sekarang manage-nya lebih mudah, karena sudah tidak terjebak top line (pendapatan premi tinggi) doang,” ungkap Widodo, yang merujuk pada kinerja bisnis dalam PSAK 117.

Untuk diketahui, penerapan PSAK 117 akan membuat laporan keuangan perusahaan asuransi menjadi “berdaya banding” (sebanding) dengan industri lain seperti perbankan dan jasa keuangan lainnya. Selain itu, perhitungan akuntansi ini mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan yang dihasilkan dari bisnis asuransi dan pendapatan dari aktivitas investasi.

Melalui penyajian PSAK 117, pemegang polis maupun investor mendapatkan informasi yang lebih transparan atas laporan keuangan perusahaan. Salah satunya, perusahaan asuransi seperti Asuransi Bintang harus mengakui potensi kerugian (klaim) selama masa berlaku polis di awal kontrak, sehingga menghasilkan liabilitas yang lebih terukur.

Selain itu, margin atau imbal hasil jasa asuransi yang dihasilkan tidak lagi diakui di depan, melainkan dicatatkan per bulan. Ini yang dianggap laporan keuangan perusahaan menjadi lebih transparan, selaras dengan modal yang diadopsi perbankan maupun lembaga jasa keuangan lainnya. Asuransi Bintang sendiri menjadi salah satu dari sedikit emiten asuransi yang berhasil menyajikan laporan keuangan kuartal I-2025 lewat PSAK 117.

Kinerja Q1-2025

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia