Asuransi Bintang (ASBI) Bidik Laba Tumbuh Dua Kali Lipat
Pada kuartal I-2025, Asuransi Bintang atau ASBI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,54 miliar. Angka itu susut 20,44% yoy dibandingkan perolehan laba Rp 1,94 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Widodo mengakui, bisnis di lini usaha asuransi kendaraan bermotor jadi yang memberatkan (onerous) terhadap kinerja kuartal I-2025. Ini tak lepas dari perkembangan di industri otomotif dan menyusutnya margin yang diterima industri multifinance, sehingga ikut memukul sektor asuransi.
Namun demikian, lini bisnis lainnya masih membukukan hasil positif, seperti asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, asuransi rangka kapal (marine hull), asuransi rekayasa, dan asuransi aneka. Hal itu tercermin dari hasil jasa asuransi bersih (net insurance revenue/NIR) yang berlabuh surplus Rp 19,89 miliar, meskipun turun 12,73% yoy.
Baca Juga:
Tarif Trump Pukul Industri Otomotif“Iya (menurun), tapi rasio pendapatan usaha bersih terhadap pendapatan jasa asuransi naik dari 24% pada kuartal I-2024 menjadi 26% setelah full transisi ke PSAK 117. Ini karena kita berhasil cut polis-polis merugi,” jelas Widodo.
Perbaikan yang dimaksud itu juga tak terlepas dari dukungan hasil investasi bersih ASBI yang sebesar Rp 1,77 miliar, dari sebelumnya hasil investasi merugi Rp 27,40 juta. Terlihat pula perbaikan perbaikan kinerja dari laba usaha sebesar Rp 2,24 miliar dari rugi usaha Rp 4,42 miliar.
Ke depan, kata Widodo, pihaknya yakin dapat memperbaiki struktur profitabilitas lebih jauh. Ini terbukti dari transisi ke PSAK 117 yang sudah rampung dan hanya menggerus ekuitas sebesar Rp 5,9 miliar. Apalagi, saat ini portofolio yang diganggam jauh lebih sehat dan menguntungkan.
“Udah selesai, ini sudah dimulai sejak 2023. Kalau gak cleansing (polis-polis merugi) ekuitas kenanya lebih dari Rp 70 miliar,” tandas Widodo.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler



