Arah IHSG setelah Perang Dagang AS dan China Mereda
Pendiri Stocknow, Hendra Wardana meyakini IHSG berpeluang besar menguji level psikologis 7.000, seiring munculnya angin segar dari perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China.
“Langkah ini disambut positif oleh pelaku pasar global karena menunjukkan itikad baik dua kekuatan ekonomi dunia dalam menghindari eskalasi konflik dagang yang selama ini menekan perdagangan dan kepercayaan investor,” jelas dia.
Bagi pasar saham Indonesia, kata Hendra, sentimen tersebut membuka ruang penguatan lanjutan karena bisa mendorong stabilisasi harga komoditas, memperbaiki prospek ekspor, serta meningkatkan appetite terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia – terlebih jika berlanjut menjadi kesepakatan jangka panjang.
Secara teknikal, IHSG berada di jalur pengujian area resistance penting di 6.945. Apabila level ini ditembus dengan volume yang memadai, peluang IHSG menembus level 7.000 dalam waktu dekat sangat terbuka. “Bahkan bisa terjadi dalam 1-2 pekan ke depan, lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya,” ungkap dia.
Baca Juga:
GOTO Mengarah ke Valuasi PremiumDalam kondisi pasar yang dipenuhi sentimen positif saat ini, Hendra menilai saham-saham seperti ANTM (target harga Rp 2.800) dan INCO (target harga Rp 2.970) berpotensi diuntungkan dari prospek pemulihan permintaan logam industri.
Sedangkan saham PTPP (target harga Rp 442) menarik di tengah ekspektasi akselerasi pembangunan. Di sektor keuangan, saham BBRI (target harga Rp 4.050) tetap menjadi pilihan defensif.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






