Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Bangkit, Didorong Inflasi AS dan Aksi Beli Murah

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2025 | 04:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Foto: AP/ Mike Groll)
Ilustrasi harga emas. (Foto: AP/ Mike Groll)

NEW YORK, investor.id - Harga emas dunia kembali bangkit pada Selasa (13/5/2025), setelah sempat anjlok tajam sehari sebelumnya. Kenaikan ini didorong aksi beli investor yang memanfaatkan harga rendah (bargain hunting), serta data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot naik 0,67% menjadi US$ 3.255,24 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah US$3.207,30 pada Senin (12/5/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS tercatat naik 0,81% ke level US$ 3.254 per ons.

“Kita melihat koreksi besar pada harga emas hari Senin setelah muncul kabar adanya kesepakatan antara AS dan China. Namun, tarif yang dikenakan AS terhadap China masih sebesar 30%, dan itu tetap berdampak negatif bagi perekonomian,” ujar Kepala Strategi Komoditas di TD Securities Bart Melek.

ADVERTISEMENT

Pada Senin lalu, AS dan China mengumumkan sepakat untuk menghentikan sementara penerapan tarif selama 90 hari. AS mengumumkan akan menurunkan tarif impor dari China menjadi 30% dari sebelumnya 145%. Sedangkan China memangkas bea impor barang-barang AS menjadi 10% dari sebelumnya 125%.

Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi berkali-kali sepanjang 2025. Lonjakan tersebut didorong oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat kebijakan tarif besar-besaran dari Presiden AS Donald Trump, pembelian emas oleh bank sentral, ketegangan geopolitik, dan peningkatan minat investor terhadap dana yang diperdagangkan di bursa berbasis emas (gold ETF).

Inflasi AS 

Dari sisi ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (CPI) hanya naik 0,2% pada bulan lalu, lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 0,3%.

“Data ini cukup mendukung pasar logam mulia karena tidak menunjukkan inflasi yang mengkhawatirkan, sehingga tidak akan menghalangi The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga,” tulis analis senior di Kitco Metals Jim Wyckoff.

Pasar keuangan memperkirakan The Fed akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya pada September. Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 30 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia