Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Kembali Menguat, Nvidia dan Inflasi AS Jadi Pendorong

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2025 | 04:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
sumber: AP
Ilustrasi Wall Street sumber: AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas kembali menguat pada perdagangan Selasa (13/5/2025). Kenaikan ini didorong oleh meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta lonjakan saham Nvidia yang memberikan sentimen positif ke pasar.

Dikutip dari CNBC internasional. S&P 500 naik 0,72% dan ditutup di level 5.886,55, angka itu sekaligus menghapus kerugian sepanjang tahun ini. Sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,61% ke 19.010,08, didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi.

Sementara itu, indeks Dow Jones justru turun 269,67 poin atau 0,64%, tertekan oleh penurunan tajam saham UnitedHealth sebesar hampir 18%.

ADVERTISEMENT

Saham Nvidia naik 5,6% setelah diumumkan bahwa perusahaan akan mengirim 18 ribu chip kecerdasan buatan (AI) terbarunya ke Arab Saudi. Sentimen positif ini turut mendorong saham sektor semikonduktor lainnya seperti Broadcom yang naik hampir 5% dan AMD yang bertambah 4%.

Kenaikan pada perdagangan Selasa membuat S&P 500 kembali ke zona hijau pada 2025, meskipun sebelumnya sempat anjlok lebih dari 17% akibat kekhawatiran pasar terhadap perang dagang.

Sentimen pasar membaik setelah Amerika Serikat dan China sepakat untuk menghentikan sementara pemberlakuan tarif perdagangan selama 90 hari. Kesepakatan ini diumumkan pada awal pekan dan langsung mendorong pasar saham, di mana indeks Dow Jones sempat melonjak lebih dari 1.000 poin pada Senin (13/5/2025).

“Dikombinasikan dengan kesepakatan dagang, kesepakatan chip AI di Arab Saudi, penurunan inflasi yang mempercepat peluang pemangkasan suku bunga, serta detail insentif pajak, ini semua menciptakan pasar yang sangat pro-risiko,” ujar Managing Partner di Harris Financial Group Jamie Cox.

Cox juga menyoroti pengumuman Gedung Putih tentang investasi sebesar US$ 600 miliar untuk mendukung perekonomian domestik.

Data Inflasi Mereda

Penopang lain penguatan pasar pada Selasa adalah data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi. Indeks harga konsumen (CPI), yang mengukur perubahan harga barang dan jasa di AS, naik 2,3% secara tahunan pada April 2025.

Angka tersebut sedikit lebih lemah dibandingkan proyeksi ekonom Dow Jones yang memperkirakan inflasi tetap di angka 2,4%.

“Dengan data ini, dua kekhawatiran utama pasar, resesi akibat tarif dan inflasi yang tinggi, berangsur mereda,” ujar Chief Investment Officer di Northlight Asset Management Chris Zaccarelli.

Meski tetap waspada terhadap valuasi saham yang tinggi dan dominasi segelintir saham besar, Zaccarelli menyebut data inflasi ini bisa memperkuat reli pasar dalam jangka pendek.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 43 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia