Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Rontok Gegara Data Impor India Anjlok

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2025 | 07:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Foto: Bloomberg)
Ilustrasi batu bara. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas rontok pada Selasa (13/5/2025). Hal itu karena tertekan data impor batu bara India yang anjlok 9,2%.

Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 naik US$ 0,15 menjadi US$ 99,9 per ton. Sedangkan Juni 2025 turun US$ 0,5 menjadi US$ 103,75 per ton. Sementara itu, Juli 2025 terkoreksi US$ 0,65 menjadi US$ 106,1 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 turun US$ 0,5 menjadi US$ 96,1. Sedangkan, Juni 2025 anjlok US$ 1,1 menjadi US$ 97,2. Sedangkan pada Juli 2025 jatuh US$ 1,15 menjadi US$ 96,95.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari IndiaTimes, impor batu bara India anjlok 9,2% sepanjang April 2024 hingga Februari 2025 menjadi 220,3 juta ton (MT), dibandingkan 242,6 juta ton pada periode yang sama tahun fiskal sebelumnya. Penurunan ini berhasil menghemat devisa sekitar US$ 6,93 miliar.

Penurunan terbesar terjadi di sektor non-regulasi (Non-Regulated Sector) atau sektor di luar kelistrikan, dengan penurunan impor mencapai 15,3% secara tahunan.

Meskipun pembangkit listrik tenaga batu bara mengalami pertumbuhan produksi sebesar 2,87% dalam periode yang sama, impor batu bara untuk kebutuhan pencampuran (blending) di PLTU justru turun tajam hingga 38,8%.

Pemerintah India telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Beberapa di antaranya adalah program Commercial Coal Mining dan Mission Coking Coal.

Berkat langkah tersebut, produksi batu bara India tercatat tumbuh 5,45% selama April 2024 hingga Februari 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Batu bara merupakan tulang punggung sektor energi di India, terutama untuk industri penting seperti listrik, baja, dan semen. Namun, keterbatasan cadangan batu bara berkualitas tinggi dan batu bara kokas di dalam negeri membuat impor tetap penting, terutama bagi sektor baja.

Gangguan Pasokan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia