Harga Batu Bara Rontok Gegara Data Impor India Anjlok
Sedangkan Trading View menyebut, gangguan pasokan sementara akibat cuaca buruk di Australia menjadi sentimen positif, sehingga penurunan harga batu bara menjadi terbatas.
Perusahaan tambang Australia, Whitehaven, melaporkan bahwa cuaca ekstrem pada kuartal I 2025 menghambat aktivitas ekspor batu bara mereka, turut menjadi faktor pendukung rebound harga di pasar global.
Namun, secara keseluruhan, harga batu bara masih turun sekitar 20% sepanjang tahun ini. Penurunan ini terjadi karena meningkatnya pangsa pembangkit listrik dari energi terbarukan serta permintaan pemanas yang melemah akibat musim dingin yang lebih hangat di China.
Baca Juga:
Nasib Saham Batu Bara CsProduksi listrik berbasis bahan bakar fosil di China turun 4,7% secara tahunan pada kuartal pertama 2025. Imbasnya, impor batu bara termal China juga anjlok 13,1% secara tahunan, menjadi 91,5 juta ton hingga April.
Dari sisi pasokan, produksi batu bara Indonesia mencetak rekor baru sebesar 836 juta ton pada 2024, melampaui target awal sebesar 18%. Meski demikian, lonjakan investasi di sektor energi alternatif mulai menekan permintaan batu bara termal secara global.
Sementara itu, China berencana meningkatkan produksi batu baranya sebesar 1,5% pada 2025 menjadi 4,82 miliar ton, setelah mencetak rekor produksi pada tahun sebelumnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






