Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Sulit Tembus US$ 3.300, Mengapa?

Penulis : Indah Handayani
14 Mei 2025 | 10:45 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id - Harga emas terus menunjukkan pergerakan negatif pada perdagangan Rabu (14/5/2025) pagi. ALhasi, harga emas kesulitan menembus level US$ 3.300. Hal itu karena tekanan jual masih mendominasi pasar logam mulia.

Harga emas hari ini terlihat terpangkas 0,59% menjadi US$ 3.231 pada saat berita ini ditulis.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai, bahwa tren jangka pendek emas tetap bearish, baik secara teknikal maupun fundamental. Secara teknikal, berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average, harga emas hari ini masih bergerak dalam tekanan turun.

ADVERTISEMENT

“Secara teknikal, harga emas hari ini berpotensi melemah hingga menyentuh level support di US$ 3.208. Namun jika terjadi rebound, maka kenaikan sementara bisa menargetkan area resistance di US$ 3.279,” jelasnya, Rabu (14/5/2025).

Selain faktor teknikal, Andy juga menyoroti dampak fundamental yang saat ini membebani harga emas. Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan sentimen risiko dan menekan daya tarik safe haven emas.

Setelah negosiasi dua hari di Jenewa, kedua negara sepakat memangkas tarif secara signifikan. AS menurunkan tarif atas barang China dari 145% menjadi 30%, sementara China juga memangkas tarif atas produk AS dari 125% menjadi 10%.

“Perkembangan ini mendorong penguatan pasar saham dan aset berisiko lainnya, sekaligus melemahkan permintaan terhadap logam mulia,” tambah Andy.

Lebih lanjut, Andy memprediksi bahwa harga emas akan sulit menembus level psikologis US$ 3.300 dalam waktu dekat. Laporan inflasi (Consumer Price Index/CPI) AS yang lebih lemah dari perkiraan dan kesepakatan dagang AS–China yang bersifat meredakan ketegangan, cenderung menjaga harga emas tetap di bawah level US$ 3.300.

“Ketiadaan pemicu kuat untuk pembelian safe haven membuat ruang penguatan emas masih terbatas,” ujar Andy.

Tensi Geopolitik Mereda

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia