Harga Emas Terjun ke Level Terendah dalam Sebulan
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia turun lebih dari 2% pada Rabu (14/5/2025), terjun ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. Sentimen terkait kesepakatan dagang global memicu peningkatan selera risiko investor dan mendorong mereka keluar dari aset safe haven seperti emas.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 2,1% menjadi US$ 3.180,5 per ons, menyentuh level terendah sejak 11 April. Di awal sesi, emas sempat menyentuh level US$3.174,62. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,8% di level US$ 3.188,30 per ons.
“Reli global yang dipicu oleh pengurangan tajam tarif antara AS dan China telah memicu koreksi teknikal pada harga emas,” kata Tai Wong, trader logam independen.
Pasar saham AS menguat seiring kabar pengurangan tarif tersebut, serta ekspektasi adanya lebih banyak kesepakatan dagang menyusul. Washington dan Beijing sepakat untuk memangkas tarif secara signifikan dan memberlakukan jeda selama 90 hari guna merampungkan detail kesepakatan dagang.
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara pada Selasa (13/5/2025), menyatakan dirinya terbuka untuk bernegosiasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping guna menuntaskan kesepakatan.
Tidak hanya itu, Trump juga mengungkapkan bahwa potensi perjanjian dagang dengan India, Jepang, dan Korea Selatan sedang dalam proses.
Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, sempat mencetak rekor tertinggi US$ 3.500,05 pada bulan lalu. Sepanjang tahun ini, harga emas masih mencatat kenaikan sebesar 21,3%.
Prediksi Harga Emas
Analis pasar di City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada mengatakan, meski tren jangka panjang masih positif, tidak akan terkejut jika tekanan penurunan harga masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Level support harga emas berikutnya diprediksi berada di US$ 3.136, lalu US$ 3.073, dan selanjutnya di area psikologis penting US$ 3.000,” ungkapnya.
Pelaku pasar kini menanti data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis pada Kamis (15/5/2025), setelah data inflasi konsumen sebelumnya menunjukkan angka yang lebih lemah dari perkiraan. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Adapun logam mulia lainnya turut melemah. Perak ambles 1,9% menjadi US$ 32,25 per ons, platinum melemah 0,6% ke US$ 982,05, dan paladium turun 0,3% ke level US$ 954,36 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






