Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Menguat Lagi, Didorong Optimisme Pengurangan Tarif

Penulis : Indah Handayani
15 Mei 2025 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber AP
Ilustrasi Wall Street Sumber AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas menguat lagi pada Rabu (14/5/2025). Kenaikan itu didorong oleh sentimen positif dari kesepakatan sementara pengurangan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,1% dan berakhir di level 5.892,58. Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 0,72% ke posisi 19.146,81. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average justru melemah 89,37 poin (0,21%) ke level 42.051,06.

Saham-saham teknologi menjadi pendorong utama penguatan pasar. Saham Nvidia melonjak lebih dari 4% setelah perusahaan tersebut mengumumkan akan mengirimkan 18.000 chip kecerdasan buatan (AI) canggih ke Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

Saham AMD juga ikut naik lebih dari 4% usai mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai US$ 6 miliar.

Secara mingguan, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing sudah menguat lebih dari 4% dan hampir 2%. Sementara itu, Nasdaq mencatat lonjakan lebih dari 6%.

Reli yang terjadi pekan ini membawa S&P 500 kembali ke zona hijau untuk tahun 2025. Sebelumnya, indeks ini sempat anjlok lebih dari 20% dari rekor tertingginya pada Februari. Namun sejak menyentuh level terendah intraday pada 7 April lalu, S&P 500 sudah pulih lebih dari 21%.

Peningkatan selera risiko investor terjadi usai AS dan China sepakat untuk sementara menurunkan tarif pada berbagai jenis barang. Pemerintah AS memangkas tarif atas produk asal China menjadi 30%, sementara Beijing menurunkan tarif menjadi 10% atas barang-barang dari AS.

Sebelumnya, kedua negara sempat mengancam akan menaikkan tarif lebih dari 100% pada April lalu.

Ketakutan Mereda

Kepala Strategi Teknikal di LPL Financial Adam Turnquist mengatakan, walau langkah ini meredakan ketakutan investor dan ketidakpastian kebijakan, masih banyak ketidakjelasan mengenai posisi akhir tarif yang akan diberlakukan.

“Meski begitu, investor saat ini menyambut positif latar belakang meredanya ketegangan, terutama setelah kesepakatan tarif akhir pekan lalu,” ucapnya.

Kesepakatan sementara antara dua ekonomi terbesar dunia ini memunculkan harapan bahwa akan ada perjanjian dagang yang lebih konkret ke depannya. Namun, hingga kini belum ada rincian resmi yang disepakati.

Presiden AS Donald Trump juga mengingatkan bahwa kesepakatan final tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

Kepala Riset Pasar dan Strategi Wealth Management di Morgan Stanley Daniel Skelly, menyarankan investor untuk tidak terburu-buru mengejar reli harga saat ini. Sebab, kenaikan berikutnya kemungkinan menunggu inisiatif kebijakan yang mendukung pertumbuhan hingga 2026, seperti deregulasi dan reformasi pajak pro-pertumbuhan.

“Untuk saat ini, pendekatan terbaik adalah membeli saat harga terkoreksi (buy the dip), dan fokus pada saham-saham berkualitas dengan proyeksi laba yang realistis,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia