Grup Astra (ASII) Laporkan Penjualan Mobil hingga April 2025
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) atau Grup Astra melaporkan data penjualan mobil sepanjang Januari-April 2025. Hasilnya, raksasa otomotif tersebut mencatatkan penjualan mobil sejumlah 137.788 unit dengan pangsa pasar 54%.
Dibandingkan data penjualan mobil pada periode sama tahun lalu yang sebesar 146.510 unit dengan pangsa pasar 55%, penjualan mobil Astra pada periode empat bulan pertama 2025 tersebut masih tertekan sekitar 6% dengan pangsa pasar 54%.
Baca Juga:
Mobil China Goyang Dominasi JepangSecara bulanan, penjualan mobil ASII per April 2025 menjadi yang terendah daripada bulan-bulan sebelumnya. Berdasarkan data yang diterima Investor Daily, ASII membukukan penjualan mobil pada April 2025 sebanyak 26.976 unit.
Padahal, pada tiga bulan sebelumnya, Astra mampu mencatatkan penjualan mobil masing-masing sebanyak 34.531 unit pada Januari 2025, kemudian 38.546 unit pada Februari 2025, dan 37.735 unti pada 2025. Artinya, dibandingkan Maret 2025 saja, penjualan mobil Astra pada April 2025 mengalami penyusutan sebanyak 28,5%.
Jenis mobil Astra dengan penjualan paling merosot terjadi pada mobil Toyota+Lexus dari 22.658 unit pada Maret 2025, menjadi 16.268 unit pada April 2025. Disusul Daihatsu yang turun menjadi 8.884 per April 2025 daripada per Maret 2025 sebanyak 13.057 unit.
Berlanjut, penjualan mobil Isuzu ikut tertekan dari 1.802 pada Maret 2025, menjadi 1.635 per April 2025. Tak ketinggalan, penjualan mobil jenis UD Trucks Astra juga seret dari 218 unit per Maret 2025, menjadi 189 unit per April 2025.
Kabar baiknya, jika dikomparasikan secara tahunan, penjualan mobil Astra mengalami kenaikan tipis sebesar 0,25% dari 26.908 unit pada April 2024, menjadi 26.976 unit pada April 2025. Sementara penjualan Astra LCGC terkikis menjadi 7.382 unit per April 2025 dengan pangsa pasar 79% dari 7.926 per April 2024.
Sebaliknya, penjualan mobil non Astra justru menunjukkan peningkatan. Sepanjang Januari-April 2025, penjualan mobil non-Astra tumbuh 10% dari 21.856 unit, menjadi 24.229 unit didominasi oleh penjualan dari tiga jenis mobil ternama sekaligus pendatang baru.
Ketiganya adalah mobil merek Mitsubishi dengan catatan penjualan sepanjang Januari-April 2025 sebanyak 5.195 unit, kemudian BYD+Denza sebanyak 4.307 unit, dan Suzuki sebayak 4.145 unit. Adapun, Honda membukukan pejualan mobil sebanyak 3.000 unit pada Januari-April 2025.
Secara umum, koreksi penjualan mobil yang dialami Grup Astra alias ASII paralel dengan menurunnya penjualan mobil nasional atau pasar domestik sebesar 2,9% dari 264.015 unit pada Januari-April 2024, menjadi 256.368 unit pada Januari-April 2025.
Chief of Corporate Affairs Astra International Boy Kelana Soebroto menyebut, salah satu faktor yang memengaruhi kinerja penjualan mobil Astra pada April 2025 adalah masa libur Lebaran yang berdampak pada berkurangnya hari kerja efektif.
“Astra senantiasa menawarkan ragam produk otomotif untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia, didukung dengan layanan purna jual yang prima," tutur Boy dalam pernyataan resminya dikutip, Kamis (15/5/2025).
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






