Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Anjlok, Catat Pekan Terburuk

Penulis : Indah Handayani
17 Mei 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Foto: Antara)
Ilustrasi emas. (Foto: Antara)

NEW YORK, investor.id — Harga emas dunia anjlok pada Jumat (16/5/2025), mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak November 2024. Meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, sehingga menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot anjlok 1,1% ke level US$ 3.200 per ons. Sepanjang pekan ini, harga emas telah melemah 4%. Sebelumnya, pada bulan lalu, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi di level US$ 3.500,05 per ons akibat memanasnya perang tarif antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 1,2% di posisi US$ 3.187,2 per ons.

ADVERTISEMENT

"Meredanya perang dagang AS-China telah menghidupkan kembali selera risiko di pasar secara umum. Hal ini mendorong aksi profit taking di pasar emas berjangka dan memicu gelombang likuidasi sepanjang pekan," ujar analis senior di Kitco Metals Jim Wycoff.

Pemerintah AS dan China awal pekan ini sepakat untuk melakukan jeda selama 90 hari guna merundingkan penyelesaian konflik dagang yang telah berlangsung lama. AS juga mengumumkan akan menurunkan biaya ‘de minimis’ untuk pengiriman barang kecil dari China.

Sentimen positif tersebut turut mendorong penguatan indeks utama di Wall Street, seiring meningkatnya kepercayaan investor setelah periode panjang ketidakpastian ekonomi.

Sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas biasanya diminati saat pasar dilanda kekhawatiran. Emas juga cenderung menguat dalam situasi suku bunga rendah.

Suku Bunga The Fed

Namun, perlambatan inflasi dan rilis data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi telah memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fedakan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, mulai September mendatang.

Di pasar logam lainnya, harga perak ambles 1,4% ke US$ 32,22 per ons dan mencatat pelemahan mingguan lebih dari 1%. "Jika tren bullish emas kembali terjadi, maka harga perak juga berpotensi menguat lebih tinggi," tambah Wycoff.

Sementara itu, harga platinum melemah 0,6% ke US$ 984,10 per ons dan palladium jatuh 1,2% ke US$ 956,72 per ons. Kedua logam tersebut juga mencatatkan pelemahan dalam sepekan terakhir.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia