Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Tertekan, Analis Prediksi Pelemahan Masih Berlanjut Pekan Depan

Penulis : Indah Handayani
17 Mei 2025 | 13:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id – Harga emas global diprediksi masih tertekan pada pekan depan. Hal itu seiring sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan sentimen teknikal yang belum menunjukkan tanda pembalikan arah.

Harga emas ditutup jatuh 1,1% menjadi US$ 3.202 pada perdagangan Jumat (16/5/2025). 

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai, tekanan teknikal masih dominan. Berdasarkan struktur pergerakan harga dan posisi terhadap indikator moving average, tren bearish emas belum menunjukkan tanda mereda.

ADVERTISEMENT

“Harga emas belum berhasil menembus resistance krusial di level US$ 3.295. Selama belum breakout, tekanan jual berpotensi terus berlanjut,” ujar Andy dalam risetnya, Sabtu (17/5/2025).

Untuk pekan depan, Andy memproyeksikan harga emas berpotensi melemah menuju kisaran US$ 3.070 jika tekanan teknikal tetap dominan. Namun, jika terjadi pergerakan teknikal yang kuat dan harga emas mampu breakout menembus level US$ 3.295, maka peluang rebound menuju US$ 3.435 akan terbuka cukup lebar.

“Ini akan sangat bergantung pada reaksi pasar terhadap data ekonomi berikutnya dan nada kebijakan dari para pejabat The Fed,” jelas Andy.

Sentimen Geopolitik

Andy menambahkan, pergerakan emas juga masih akan dipengaruhi oleh sentimen geopolitik seperti potensi kesepakatan dagang AS-China dan isu nuklir AS-Iran. Sebab, hal itu membuat logam mulia seperti emas menjadi pilihan perlindungan.

“Namun, ruang penguatannya terbatas selama faktor teknikal belum mendukung pembalikan tren,” papar Andy.

Untuk itu, Andy menyarankan pelaku pasar untuk terus mencermati rilis data ekonomi AS pada pekan depan, terutama yang berkaitan dengan inflasi dan ketenagakerjaan, serta sikap The Fed.

“Selama harga belum mampu bertahan di atas zona resistance teknikal, maka outlook jangka pendek harga emas cenderung masih berada dalam tekanan,” tutupnya.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia