Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Grup Harita (CITA) Ungkap Target dan Tantangan

Penulis : Muawwan Daelami
18 Mei 2025 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Jajaran manajemen CITA. Foto/CITA
Jajaran manajemen CITA. Foto/CITA

Kendati demikian, bukan berarti CITA tidak memiliki tantangan. Yusak berterus terang, kepastian terkait hilirisasi bauksit menjadi perhatian perseroan. Untuk itu, pemerintah, para pelaku usaha, dan investor perlu bersama-sama mengawal hilirisasi bauksit agar berjalan dengan baik.

Sebab bagaimanapun, Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan bauksit cukup besar. Namun, sampai sekarang Indonesia hanya memiliki sekitar empat smelter bauksit yang dua di antaranya di anak usaha CITA yaitu PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Sedangkan, dua smelter lainnya berada di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepualaun Riau dan di PT Borneo Alumina Indonesia, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

Peningkatan jumlah smelter bauksit yang dinilai masih cukup terbatas membuat serapan dan kapasitas produksi yang dihasilkan para pelaku usaha tidak signifkan. “Saya kira, ini perlu diawasi dan dievaluasi secara baik. Mengingat, hilirisasi bauksit ini sudah berjalan cukup lama,” tandas Yusak.

Dividen

Emiten di bidang pertambangan bauksit dan produsen SGA melalui WHW ini mencetak laba bersih sebesar Rp 2,49 triliun pada tahun buku 2024, melambung 246% secara yoy.

Kenaikan laba tersebut terutama didorong oleh bagian serap laba bersih yang tinggi dari entitas asosiasinya, WHW. WHW merupakan penghasil SGA yang kemudian dijual terutama ke pasar ekspor.

Patut dicatat, kapasitas produksi WHW saat ini berkisar 2 juta ton alumina per tahun. Kenaikan laba bersih WHW sepanjang 2024 dikontribusi oleh harga SGA yang meningkat pesat di pasar global.

Di sisi lain, margin laba kotor CITA yang lebih efisien juga memberi kontribusi positif bagi kinerja CITA di tahun 2024. Dengan kinerja positif tersebut, CITA kembali menebar dividen tahun ini dengan total Rp 1,29 triliun (52% dari laba bersih) atau setara Rp 328 per saham.

Sepanjang tahun buku 2024, CITA juga mampu mencapai 99% dari target produksi dan penjualan yang ditetapkan dalam RKAB yaitu 4,77 juta wmt untuk produksi dan 3,65 juta dmt untuk penjualan.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia