Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Grup Harita (CITA) Ungkap Target dan Tantangan

Penulis : Muawwan Daelami
18 Mei 2025 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Jajaran manajemen CITA. Foto/CITA
Jajaran manajemen CITA. Foto/CITA

JAKARTA, investor.id – PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), emiten Grup Harita, mengungkapkan target dan tantangan kinerja yang dihadapi perseroan pada tahun ini.

Dari sisi target, perseroan membidik volume produksi dan penjualan metallurgical grade bauxite (MGB) tahun ini masing-masing sebesar 4,8 juta wmt dan 4,4 juta dmt.

Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Lumba Pardede menyampaikan, target volume produksi dan penjualan tersebut mengacu pada rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang disetujui Kementerian ESDM.

ADVERTISEMENT

“Kami akan fokus kepada dua izin usaha pertambangan (IUP) yang kami miliki yaitu 107 dan 108 di area Air Upas,” ujar Yusak dalam paparan publik, Jumat (16/5/2025) kemarin.

Yusak juga memastikan, Cita Mineral Investindo akan terus memaksimalkan aktivitas operasional tambang perusahaan secara efisien dan sesuai regulasi pertambangan.

Tujuannya, untuk meningkatkan nilai tambah dari produksi MGB dan Smelter Grade Alumina (SGA) alias produk olahan bauksit yang dimanfaatkan sebagai bahan baku utama aluminium melalui investasi.

Yusak memproyeksikan, tahun ini pasar alumina akan beralih menuju kondisi surplus akibat beroperasinya kapasitas produksi baru baik di Indonesia maupun China.

Karena itu, harga alumina diprediksi tahun ini mengalami koreksi atau kembali pada harga normal seiring berubahnya kondisi pasar dan geopolitik. Yang pada gilirannya, ini berimbas pada kinerja dan profitabilitas CITA.

Namun, menurut Yusak, larangan ekspor MGB yang diperkirakan masih berlaku diharapkan membuat kebutuhan terhadap produk turunan bauksit dan alumina semakin berkembang sekaligus menciptakan permintaan-permintaan baru yang spesifik.

CITA pun optimistis, strategi jangka panjang yang dilakukan akan dapat berbuah manis di masa mendatang, bukan saja bagi para pemegang saham CITA, tetapi juga kemajuan bangsa ini.

Didorong oleh peningkatan jumlah smelter alumina dan aluminium di Indonesia yang diharapkan berdampak pada stabilitas pasar dan tingginya serapan hasil produksi penambang bauksit.

Tantangan

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia