Efisiensi Sang Raja Nikel (INCO), plus Target Harga Baru Sahamnya
Manajemen INCO, menurut Timothy, tetap percaya diri dalam mengeksekusi proyek-proyek tersebut, karena perpanjangan konsesi perseroan bergantung pada penyelesaian proyek hilir.
Di sisi lain, manajemen INCO sedang bernegosiasi dengan pembeli mengenai kemungkinan tingkat pembayaran yang lebih tinggi untuk produk nikel matte.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan peringkat saham INCO menjadi buy dengan target harga Rp 3.300. Target harga tersebut diturunkan dari sebelumnya Rp 3.900, meski proyeksi kinerja pada 2025-2026 tidak berubah.
Target harga baru saham INCO berdasarkan valuasi sum of the parts (SOTP), menyusul penurunan asumsi harga nikel jangka panjang menjadi US$ 16.500 dari US$ 17.000 untuk proyek HPAL. Target harga tersebut mencerminkan estimasi PE 2025 dan 2026 sebesar 22 kali dan 12 kali.
Risiko utamanya jika harga nikel lebih rendah, terjadi penurunan tingkat utilisasi, dan keterlambatan dalam pelaksanaan proyek.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






