Efisiensi Sang Raja Nikel (INCO), plus Target Harga Baru Sahamnya
JAKARTA, investor.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kini merupakan perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia. Peringkat (rating) saham INCO naik, tapi target harga diturunkan.
Vale Indonesia (INCO) telah mengumumkan sumber daya awal sebanyak 825 juta wmt saprolit dan 533 juta wmt bijih limonit. Raja nikel tersebut juga mengungkapkan peningkatan cadangan limonit yang signifikan menjadi 564 juta wmt atau naik 63% yoy, sebagai hasil dari konversi sumber daya menjadi cadangan pada 2024.
Selain itu, Vale Indonesia mengajukan RKAB sebesar 2,2 juta ton per tahun pada April 2025 dan saat ini menunggu persetujuan. Setelah disetujui, Vale berharap dapat memulai penjualan pada kuartal III-2025, menyusul dimulainya operasi tambang Bahodopi.
Emiten berkode saham INCO tersebut juga memperbarui jadwal belanja modal (capex) untuk proyek pertumbuhannya hingga tahun 2029, yang menunjukkan penurunan sebesar US$ 800 juta atau 21% pada capex HPAL Pomalaa menjadi US$ 2,7 miliar.
“Itu menyiratkan intensitas belanja modal sebesar US$ 22.500 per ton, turun dari sebelumnya US$ 28.300 per ton,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (20/5/2025).
Penurunan signifikan juga terjadi dalam belanja modal penambangan di Pomalaa, Sorowako, dan Bahodopi. Sedangkan dari sisi jadwal proyek, penyelesaian tambang Bahodopi dimajukan menjadi kuartal III-2025 dari sebelumnya kuartal IV-2025. Proyek lainnya mengalami keterlambatan 1-2 kuartal.
“Biaya awal penambangan di Bahodopi diperkirakan sebesar US$ 10-11 per wmt. Di Pomalaa sebesar US$ 7,5-8,5 per wmt,” sebut Timothy.
Biaya di Pomalaa lebih rendah karena lokasinya lebih dekat ke pelabuhan (22 km) dibanding Bahodopi (67 km). Pomalaa beroperasi dalam skala yang jauh lebih besar, yaitu 28 juta ton per tahun, dibandingkan Bahodopi yang sebesar 16 juta ton per tahun.
Target Harga Baru Saham INCO
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






