Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Jeblok, Lonjakan Imbal Hasil Obligasi dan Defisit AS Bikin Panik

Penulis : Indah Handayani
22 Mei 2025 | 04:50 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street jeblok pada Rabu (21/5/2025). Hal itu karena lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah dan kekhawatiran baru soal defisit anggaran Amerika Serikat (AS) yang memicu aksi jual masif.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 816,80 poin (1,91%) ke level 41.860,44. Indeks S&P 500 turun 1,61% ke 5.844,61. Sementara Nasdaq Composite melemah 1,41% ke 18.872,64.

Tekanan pasar dipicu lonjakan imbal hasil obligasi 30 tahun AS yang mencapai 5,09%, tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik ke 4,59%.

ADVERTISEMENT

Lonjakan imbal hasil ini dipicu kekhawatiran investor terhadap rancangan undang-undang anggaran baru yang dinilai akan memperburuk defisit fiskal AS. RUU tersebut diperkirakan akan disahkan menjelang tenggat waktu Memorial Day oleh Ketua DPR Mike Johnson, setelah tercapai kompromi soal pemotongan pajak negara bagian dan lokal.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah lelang obligasi 20 tahun di sore hari gagal menarik minat investor, menandakan kemungkinan menurunnya selera pasar terhadap pendanaan utang AS.

“Pertanyaan besarnya sekarang adalah, seperti apa isi RUU pajak itu nantinya? Apakah justru akan menambah utang dengan laju yang lebih lambat, tanpa menekan inflasi maupun mengurangi beban utang?” ujar Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall.

Stovall menambahkan, jika RUU pajak ini disahkan, ada kemungkinan total utang negara justru akan terus naik.

Bulan lalu, imbal hasil obligasi AS juga sempat melonjak karena kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Saat itu, imbal hasil 10 tahun sempat naik dari di bawah 3,9% menjadi lebih dari 4,5% hanya dalam beberapa hari, sebelum kembali turun setelah Trump menunda penerapan tarif tersebut.

Saham-Saham Terburuk

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia