Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Melorot, India Genjot Produksi, Ekspor RI Merosot

Penulis : Indah Handayani
23 Mei 2025 | 07:11 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga batu bara. Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL
ilustrasi harga batu bara. Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara melorot pada Kamis (22/5/2025). Hal itu karena tertekan keputusan India menggenjot produksi dan data ekspor batu bara Indonesia yang tercatat turun.

Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2025 turun US$ 0,35 menjadi US$ 100,1 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Juni 2025 terkoreksi US$ 0,85 menjadi US$ 105 per ton dan Juli 2025 jatuh US$ 0,8 menjadi US$ 107,8 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Mei 2025 menguat US$ 0,4 menjadi US$ 96,4. Sedangkan, Juni 2025 terkerek US$ 0,6 menjadi US$ 98,5. sementara pada Juli 2025 meningkat US$ 0,45 menjadi US$ 98,65.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari The Economic Times, Pemerintah India telah merampungkan target produksi batu bara untuk tahun fiskal 2025-2026 (FY26) sebesar 1,15 miliar ton. Target ini sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya pada November lalu yang dipatok 1,19 miliar ton. Namun demikian, target ini tetap lebih tinggi dibandingkan capaian produksi batu bara India pada FY25 yang sebesar 1,05 miliar ton.

Dalam rencana kerja FY26, Kementerian Batu Bara India menyatakan akan memberikan alokasi batu bara (coal linkage) kepada konsumen tanpa syarat penggunaan akhir tertentu. Kebijakan ini merupakan tambahan dari skema linkage berbasis penggunaan akhir yang sudah berlaku saat ini.

Untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, pemerintah akan merevisi kebijakan lelang sektor non-regulasi yang berlaku sejak 2016.

Pada FY26, kementerian berencana menggelar tiga putaran lelang tambang batu bara komersial, dengan target melelang 25 tambang secara sukses. Produksi dan pengiriman batu bara dari tambang komersial pada tahun fiskal berjalan ditargetkan mencapai 203,4 juta ton. Sebanyak tujuh tambang komersial baru diperkirakan mulai beroperasi pada tahun ini.

Pemerintah India juga tengah menyiapkan skema pasokan batu bara 'on-demand' untuk konsumen yang ditargetkan dapat berjalan pada FY47. Untuk mencapai tujuan tersebut, India membutuhkan tambahan kapasitas produksi batu bara.

Dalam upaya meningkatkan pasokan jangka panjang, kementerian menargetkan pembukaan 100 tambang baru hingga FY30 guna menciptakan kapasitas produksi tambahan sebesar 500 juta ton per tahun. Dari target tersebut, sebanyak 13 tambang sudah mulai beroperasi pada FY25, dengan kapasitas produksi gabungan mencapai 83 juta ton per tahun.

Untuk FY26, pemerintah menargetkan pengoperasian lebih dari 20 tambang batu bara baru, baik dari perusahaan negara, tambang komersial, maupun tambang captive. Total kapasitas tambahan dari tambang-tambang ini diperkirakan lebih dari 80 juta ton per tahun.

Ekspor RI

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 11 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia