Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Jatuh Gegara Trump Lontarkan Ancaman Tarif Impor

Penulis : Indah Handayani
24 Mei 2025 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
sumber: AP
Ilustrasi Wall Street sumber: AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street kompak jatuh pada Jumat (23/5/2025). Hal itu karena Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman tarif impor terhadap Uni Eropa dan menargetkan Apple dalam kebijakan dagangnya.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin (0,61%) ke level 41.603,07. S&P 500 juga melemah 0,67% ke posisi 5.802,82. Sementara Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam sebesar 1% dan berakhir di level 18.737,21.

Saham Apple ambles 3% setelah Trump memposting pernyataan di platform Truth Social yang menegaskan bahwa iPhone yang dijual di AS harus diproduksi di dalam negeri. Jika tidak, Apple akan dikenakan tarif sedikitnya 25%.

ADVERTISEMENT

Ini menjadi ancaman tarif pertama dari Trump yang secara langsung ditujukan kepada satu perusahaan besar.

Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan dagang dengan Uni Eropa ‘tidak mengalami kemajuan’ dan merekomendasikan penerapan tarif langsung sebesar 50% terhadap seluruh impor dari Uni Eropa mulai 1 Juni 2025.

Pernyataan Trump sempat mengguncang pasar, namun sebagian tekanan mereda setelah laporan CNBC menyebut bahwa Gedung Putih tidak menganggap pernyataan tersebut sebagai kebijakan resmi pemerintah.

Padahal, ketegangan dagang sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir setelah Trump menunda tarif tinggi selama 90 hari dan menjalin kesepakatan awal dengan Inggris dan China.

Hal ini sempat mendorong pasar saham pulih dan membawa S&P 500 kembali ke level impas tahun ini. Namun, aksi Trump pada Jumat kembali membawa indeks ke zona merah.

Harapan Kesepakatan Dagang

Selama masa jeda tarif tersebut, investor banyak melakukan pembelian saham dengan harapan akan ada lebih banyak kesepakatan dagang. Namun langkah Trump terbaru dinilai bisa memupus harapan itu.

Ahli strategi investasi dari Baird Ross Mayfield mengatakan, selama enam minggu terakhir, pasar mendapat dorongan dari meredanya ketegangan dagang, ini jadi periode enam minggu terbaik dalam 75 tahun terakhir. Tapi retorika perang dagang yang kembali meningkat jelas menjadi ancaman.

“Kecuali eskalasi ini berlanjut secara ekstrem, kita mungkin tidak akan kembali ke titik terendah. Namun jelas ini bukan arah yang diharapkan pasar,” ujar Mayfield.

Di sisi lain, saham United States Steel melonjak 21% setelah Trump mengumumkan rencana kemitraan perusahaan tersebut dengan Nippon Steel. Sebelumnya, upaya akuisisi dari perusahaan Jepang itu sempat diblokir.

Pelemahan pada Jumat turut menambah tekanan mingguan terhadap pasar saham. Sepanjang pekan, indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq sama-sama mencatat penurunan lebih dari 2%.

Presiden dan Chief Investment Officer di RFG Advisory Rick Wedell memperingatkan, dinamika eskalasi dan de-eskalasi tarif ini kemungkinan besar akan menjadi pola tetap selama masa jabatan kedua Trump.

“Investor perlu menyadari bahwa isu perdagangan ini kemungkinan akan bertahan sepanjang masa kepemimpinan Trump. Pemerintahan ini menjadikan perbaikan kesepakatan dagang internasional sebagai bagian penting dari warisannya. Jadi jangan pernah terlena dan merasa semuanya akan stabil,” ujarnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia