Jumat, 15 Mei 2026

Laba BNI (BBNI) Tumbuh 0,12% hingga April 2025

Penulis : Prisma Ardianto
27 Mei 2025 | 18:58 WIB
BAGIKAN
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan fitur pembukaan rekening investasi pada aplikasi wondr by BNI. (Foto Ist)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan fitur pembukaan rekening investasi pada aplikasi wondr by BNI. (Foto Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI membukukan laba bersih tahun berjalan (bank only) sebesar Rp 6,87 triliun atau tumbuh 0,12% year on year (yoy) untuk periode Januari-April 2025. Terdapat sejumlah hal yang memengaruhi kinerja pada 4M25 tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan BNI yang terbit pada Selasa (27/5/2025), kinerja laba bersih 4M25 itu sejatinya menandai telah terjadi pelambatan selama 3 bulan sejak terakhir kali tumbuh 9,73% yoy pada Januari. Pada April 2025 saja, laba bersih yang dikantongi BBNI yakni sebesar Rp 1,49 triliun tercatat turun -28,31% dari bulan sebelumnya.

Pendapatan bunga BNI tak banyak beranjak. Pendapatan bunga tumbuh 3,93% yoy menjadi Rp 21,57 triliun pada 4M25. Beban bunga pun demikian, tumbuh 4,55% yoy menjadi Rp 8,94 triliun.

ADVERTISEMENT

Dari struktur itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 3,50% yoy menjadi 12,63 triliun pada 4M25. Hanya pada April, NII turun -11,83% dari bulan sebelumnya.

Hasil tersebut selaras dengan kinerja pertumbuhan kredit BNI yang tercatat sebesar 7,89% yoy menjadi Rp 757,57 triliun hingga akhir April 2025. Meski masih tumbuh, kredit BNI nyatanya telah bergerak melambat selama 4 bulan berturut-turut, jika dibandingkan dengan Desember 2024 yang tercatat tumbuh 10,70% yoy.

Selain itu, kinerja pertumbuhan kredit sebesar 7,89% yoy juga lebih rendah dibandingkan rata-rata sektor perbankan yang tercatat meningkat 9,16% yoy, mengacu data Bank Indonesia (BI). Pertumbuhan kredit juga untuk pertama kalinya di bawah guideline manajemen BNI yang sebesar 8-10%.

Selama 4M25, biaya kredit (cost of credit/CoC) berhasil diredam ke level 0,90% atau sesuai sasaran di bawah 1,0%. Seiring biaya provisi yang hanya naik 0,78% yoy pada 4M25, meskipun meningkat 36,46% mom pada April.

Sementara margin bunga bersih (net interest margin/NIM) relatif dijaga stabil di level 3,69% sepanjang 4M25, kendati masih lebih rendah dari sasaran 4,0-4,2%. Selanjutnya, kinerja laba BBNI juga belum bisa banyak terdorong dari pendapatan operasional hasil komisi/fee karena turun -6,74% yoy menjadi Rp 3,20 triliun.

Dengan rentetan kinerja tersebut, BNI mencatat ROA dan ROE masing-masing sebesar 1,90% dan 12,93%.

DPK Turun, Tapi Karena Deposito

Selanjutnya, kinerja dana pihak ketiga (DPK) BNI menyusut -0,94% yoy menjadi Rp 811,63 triliun di akhir April 2025. Penyusutan ini kembali terjadi setelah terakhir kali dialami pada Januari lalu. Adapun sebenarnya BNI menargetkan DPK bisa tumbuh 9-11% pada tahun ini.

Namun demikian, penurunan DPK lebih banyak dipengaruhi instrumen deposito yang dilaporkan surut -6,64% yoy menjadi Rp 227,50 triliun.

Lalu pos giro pada April juga kembali turun -3,16% yoy menjadi Rp 328,82 triliun, setelah sempat tumbuh pada Maret. Sedangkan penghimpunan dana dari instrumen tabungan tetap solid dengan pertumbuhan 8,14% yoy menjadi Rp 255,31 triliun.

Dengan komposisi yang demikian, dana murah (CASA) dari BBNI masih dapat di kerek tipis 1,48% yoy menjadi Rp 584,13 triliun. Kemudian ikut mendorong rasio CASA menjadi 71,97% atau tetap di atas guideline perusahaan >70%.

Sementara salah satu indikator likuiditas yakni loan to deposit ratio (LDR) BNI kian mengetat ke level 93,34% pada akhir April, seiring ketimpangan laju penghimpunan DPK dan perkembangan kredit. Sebagai perbandingan, posisi LDR meningkat dari akhir Maret yang sebesar 85,70%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia