Laba BNI (BBNI) Tumbuh 0,12% hingga April 2025
JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI membukukan laba bersih tahun berjalan (bank only) sebesar Rp 6,87 triliun atau tumbuh 0,12% year on year (yoy) untuk periode Januari-April 2025. Terdapat sejumlah hal yang memengaruhi kinerja pada 4M25 tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan BNI yang terbit pada Selasa (27/5/2025), kinerja laba bersih 4M25 itu sejatinya menandai telah terjadi pelambatan selama 3 bulan sejak terakhir kali tumbuh 9,73% yoy pada Januari. Pada April 2025 saja, laba bersih yang dikantongi BBNI yakni sebesar Rp 1,49 triliun tercatat turun -28,31% dari bulan sebelumnya.
Pendapatan bunga BNI tak banyak beranjak. Pendapatan bunga tumbuh 3,93% yoy menjadi Rp 21,57 triliun pada 4M25. Beban bunga pun demikian, tumbuh 4,55% yoy menjadi Rp 8,94 triliun.
Baca Juga:
4 Bulan, Laba BCA (BBCA) Tumbuh 17,4%Dari struktur itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 3,50% yoy menjadi 12,63 triliun pada 4M25. Hanya pada April, NII turun -11,83% dari bulan sebelumnya.
Hasil tersebut selaras dengan kinerja pertumbuhan kredit BNI yang tercatat sebesar 7,89% yoy menjadi Rp 757,57 triliun hingga akhir April 2025. Meski masih tumbuh, kredit BNI nyatanya telah bergerak melambat selama 4 bulan berturut-turut, jika dibandingkan dengan Desember 2024 yang tercatat tumbuh 10,70% yoy.
Selain itu, kinerja pertumbuhan kredit sebesar 7,89% yoy juga lebih rendah dibandingkan rata-rata sektor perbankan yang tercatat meningkat 9,16% yoy, mengacu data Bank Indonesia (BI). Pertumbuhan kredit juga untuk pertama kalinya di bawah guideline manajemen BNI yang sebesar 8-10%.
Selama 4M25, biaya kredit (cost of credit/CoC) berhasil diredam ke level 0,90% atau sesuai sasaran di bawah 1,0%. Seiring biaya provisi yang hanya naik 0,78% yoy pada 4M25, meskipun meningkat 36,46% mom pada April.
Sementara margin bunga bersih (net interest margin/NIM) relatif dijaga stabil di level 3,69% sepanjang 4M25, kendati masih lebih rendah dari sasaran 4,0-4,2%. Selanjutnya, kinerja laba BBNI juga belum bisa banyak terdorong dari pendapatan operasional hasil komisi/fee karena turun -6,74% yoy menjadi Rp 3,20 triliun.
Dengan rentetan kinerja tersebut, BNI mencatat ROA dan ROE masing-masing sebesar 1,90% dan 12,93%.
DPK Turun, Tapi Karena Deposito
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






