Laba BNI (BBNI) Tumbuh 0,12% hingga April 2025
Selanjutnya, kinerja dana pihak ketiga (DPK) BNI menyusut -0,94% yoy menjadi Rp 811,63 triliun di akhir April 2025. Penyusutan ini kembali terjadi setelah terakhir kali dialami pada Januari lalu. Adapun sebenarnya BNI menargetkan DPK bisa tumbuh 9-11% pada tahun ini.
Namun demikian, penurunan DPK lebih banyak dipengaruhi instrumen deposito yang dilaporkan surut -6,64% yoy menjadi Rp 227,50 triliun.
Lalu pos giro pada April juga kembali turun -3,16% yoy menjadi Rp 328,82 triliun, setelah sempat tumbuh pada Maret. Sedangkan penghimpunan dana dari instrumen tabungan tetap solid dengan pertumbuhan 8,14% yoy menjadi Rp 255,31 triliun.
Dengan komposisi yang demikian, dana murah (CASA) dari BBNI masih dapat di kerek tipis 1,48% yoy menjadi Rp 584,13 triliun. Kemudian ikut mendorong rasio CASA menjadi 71,97% atau tetap di atas guideline perusahaan >70%.
Sementara salah satu indikator likuiditas yakni loan to deposit ratio (LDR) BNI kian mengetat ke level 93,34% pada akhir April, seiring ketimpangan laju penghimpunan DPK dan perkembangan kredit. Sebagai perbandingan, posisi LDR meningkat dari akhir Maret yang sebesar 85,70%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






