IHSG Galau Lagi, Mengapa?
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi galau, karena turun 5,94 poin (0,08%) ke level 7.193,02 pada penutupan sesi I, Rabu (28/5/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini galau lagi karena sentimen dari dalam negeri.
Pilarmas merekomendasikan saham RAJA untuk perdagangan di sesi II.
Pilarmas menjelaskan, sentimen dalam negeri tersebut adalah aksi profit taking menjelang libur panjang turut mewarnai perdagangan hari ini. Di sisi lain pasar tampak juga mempertimbangkan tekanan dari aksi rebalancing indeks MSCI yang akan efektif 2 Juni 2025.
“Dengan demikian, akan ada proses penyesuaian ulang komposisi kembali indeks berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan kriteria teknis lainnya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (28/5/2025).
Sementara itu, lanjut Pilarmas, indeks saham Asia terlihat menguat disaat momentum karena meningkatnya kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) dan meredanya ketegangan perdagangan AS -Uni Eropa yang mendorong sentimen investor.
Baca Juga:
Siasat Jual Beli Saham ADRO“Pasar menyambut rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dimana indeks keyakinan konsumen meningkat saat ada perang tarif dagang. US Conf. Board Consumer Confidence naik dari sebelumnya 85.7 menjadi 98,” jelas Pilarmas.
Pilarmas menyebut, Ekonom Senior The Conference Board Stephanie Guichard menyampaikan bahwa kepercayaan konsumen rebound pada bulan Mei, mengakhiri penurunan beruntun selama lima bulan. “Pasar menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Mei yang akan rilis pada Rabu waktu setempat,” jelasnya.
Sebelumnya Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan, data ekonomi belum menunjukkan peningkatan tekanan harga atau pengangguran, menggemakan sentimen banyak pejabat bank sentral yang mengantisipasi suku bunga acuan akan tetap tidak berubah hingga dampak penuh dari tarif Trump diketahui.
Rencana Darurat Jepang
Dari Jepang, Pilarmas menyebut, Kabinet Jepang menyetujui rencana darurat pada Selasa (27/5/2025) untuk mengalokasikan 388 yen miliar dari dana cadangan, Bloomberg News melaporkan, mengutip Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi. Langkah tersebut bertujuan untuk mendukung bisnis dan rumah tangga yang terkena dampak tarif AS.
Paket tersebut mencakup subsidi tagihan listrik sebesar 288 Yen miliar dan 100 Yen miliar untuk membantu bisnis regional mengatasi kenaikan biaya. Menurut laporan tersebut, inisiatif
tersebut menanggapi kekhawatiran yang berkembang bahwa kebijakan tarif AS dapat merugikan industri Jepang dan melemahkan sentimen konsumen.
Baca Juga:
Ada Transaksi Nego Saham Rp 1,4 TriliunPada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan INDX, GTBO, INRU, MAPB, BTEK. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar TAXI, AYLS, JATI, PADI, AKKU.
Pilarmas merekomendasikan saham RAJA untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan RAJA buy dengan support dan resistance di 2.330 – 2.940,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






