BBCA dan BBRI Sudah Kelewat Murah, Harusnya Ada di Level Ini
JAKARTA, Investor.id – Phintraco Sekuritas menyebut valuasi saham empat bank besar, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, sudah kemurahan. Padahal, ada katalis positif berupa penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5% bagi empat saham itu.
Berdasarkan riset Phintraco, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat ini diperdagangkan dengan Per 4,6 kali, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 2,1 kali, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 1,9 kali, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 1 kali.
“Valuasi itu di bawah rata-rata historis lima tahun terakhir, di mana standar deviasi saham BBCA -1 kali, BBRI -0,9 kali, BMRI -0,6 kali, dan BBNI 0,6 kali,” tulis Phintraco, dikutip Kamis (5/6/2025).
Baca Juga:
Nasib Saham BBRIBerdasarkan laporan keuangan bank only pada April 2025, bank besar dengan pertumbuhan laba bersih periode tertinggi secara tahunan adalah BBCA sebesar 17,4%, diikuti BMRI 0,8%, BBNI 0,1%, dan BBRI turun 15,8%. Adapun pertumbuhan kredit secara tahunan tertinggi dicetak BMRI 15,3%, diikuti BBCA 12,8%, BBNI 7,9%, dan BBRI 4,2%.
Phintraco memperkirakan kinerja empat bank itu pada semester I-2025 masih sesuai ekspektasi. Sebab, dua dari empat bank itu mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit.
Namun, demikian Phintraco, likuiditas keempat bank itu masih mengalami pengetatan. Buktinya, Bank Indonesia telah menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit tahun 2025 dari 11-13% menjadi 8-11%. Pertumbuhan itu masih akan didorong oleh segmen korporasi dan konsumer, sementara segmen mikro masih mengalami perlambatan.
Baca Juga:
Saham BBCA Lagi Banyak DijualKatalis dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






