BBCA Dijagokan pada Juni Ini
JAKARTA, investor.id – Perbaikan kondisi likuiditas diharapkan menjadi pendorong utama peningkatan laba bersih bank pada semester II-2025. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi pilihan utama BRI Danareksa Sekuritas di sektor perbankan.
“Meski begitu, analis perbankan kami tetap berhati-hati terhadap risiko kenaikan kredit bermasalah (NPL) di sektor bank,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya, yang dikutip pada Senin (9/6/2025).
Selama Januari-April 2025, mayoritas bank mengalami penurunan net interest margin (NIM) akibat penurunan imbal hasil dari aset produktif (earnings yield) dan peningkatan biaya operasional (opex), yang menekan laba operasional sebelum provisi (pre-provision operating profit/PPOP).
Sedangkan pertumbuhan kredit melambat pada April 2025. Namun, dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh dengan laju yang sedikit lebih tinggi, sehingga mengurangi tekanan pada rasio loan to deposit (LDR).
“Kami pikir investor akan terus mengurangi eksposur di sektor perbankan. Beberapa sektor yang masih potensial adalah batu bara, semen, dan unggas. Namun, belum ada katalis jangka pendek yang kuat di sektor-sektor tersebut,” ungkap Erindra.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan sejumlah saham pilihan utama untuk kuartal II-2025, di mana broker ternama itu tetap fokus pada saham-saham berkualitas dan berpotensi menjadi penerima manfaat dari penguatan rupiah.
Saham BCA (BBCA) merupakan salah satu yang dijagokan pada Juni 2025 ini. BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rating beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 11.900.
P/E BBCA 2025 diestimasi sebesar 19 kali dan 2026 mencapai 18 kali. P/BV 2025 sebesar 3,9 kali dan 2026 mencapai 3,7 kali.
Sedangkan ROE BBCA 2025 diproyeksikan sebesar 21,4% dan 2026 mencapai 21%.
Selain BBCA, BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan rating beli untuk saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).
Target harga saham ICBP sebesar Rp 14.000, ISAT Rp 3.200, dan CTRA Rp 1.600.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan target indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir tahun 2025 di level 7.350, berdasarkan proyeksi pertumbuhan EPS sebesar 3% dan PER 13,7 kali.
Pasar saham Indonesia terbilang masih menarik dibandingkan pasar negara berkembang lainnya. Forward PE IHSG sebesar 11,8 kali dan proyeksi pertumbuhan EPS 12 bulan ke depan mencapai 4%. Ditambah, potensi katalis dari penguatan nilai tukar rupiah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






