Sabtu, 4 April 2026

Siam Cement Kaji Jual 10,57% Saham Chandra Asri (TPIA), Kenapa?

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Jun 2025 | 14:37 WIB
BAGIKAN
Shell Energy and Chemical Park yang diakuisisi Chandra Asri (TPIA) & Glencore. (SECP)
Shell Energy and Chemical Park yang diakuisisi Chandra Asri (TPIA) & Glencore. (SECP)

JAKARTA, investor.id – Siam Cement PCL mengumumkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Thailand bahwa perseroan tengah mempertimbangkan untuk menjual 10,57% saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Siam Cement, seperti dilaporkan Stockbit Sekuritas, Kamis (12/6/2025), menjelaskan bahwa rencana transaksi itu sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengurangi utang dan realokasi modal pada peluang bisnis di masa mendatang.

Siam Cement juga menyebutkan bahwa nilai divestasi tersebut belum dapat dihitung, karena rencana ini masih dalam tahap pertimbangan.

Advertisement

Saat ini, Siam Cement memiliki 30,57% saham Chandra Asri (TPIA) melalui anak usahanya, SCG Chemicals PCL.

Saat ini, Chandra Asri (TPIA) tengah masuk ke industri hilir kimia dan melakukan diversifikasi ke bisnis infrastruktur. Aksi itu bakal memberikan daya gedor, bukan hanya bagi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, tetapi juga berkontribusi menekan impor produk kimia nasional.

Agresivitas emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini diproyeksikan mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan hingga melompat lima kali lipat.

Di sisi lain, ekspansi TPIA membangun pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, juga akan memangkas impor Indonesia terhadap Chlor Alkali hingga Rp 4,9 triliun per tahun dan menambah devisa negara sampai Rp 5 triliun per tahun dari hasil ekspor EDC.

Chandra Asri (TPIA) juga baru saja melangsungkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (11/6/2025). RUPST menyetujui rencana tambahan dividen tunai untuk para pemegang saham.

Tambahan dividen ini bersumber dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TPIA pada tahun buku 2018 yang sebelumnya dialokasikan sebagai laba ditahan.

Perubahan penggunaan laba bersih tahun buku 2018 yang sebesar US$ 123,5 juta atau setara Rp 2 triliun (asumsi kurs Rp 16.260 per US$) dari semula ditetapkan sebagai laba ditahan dalam RUPST Chandra Asri pada 13 Mei 2019, kemudian menjadi tambahan dividen tunai.

Rinciannya, RUPST TPIA memutuskan sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 487,6 miliar (asumsi kurs Rp 16.260 per US$) dari laba ditahan 2018 yang sebesar US$ 123,5 juta tersebut sebagai tambahan dividen tunai kepada pemegang. Sedangkan sisanya sebesar US$ 93,5 juta ditetapkan sebagai laba ditahan.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 19 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 49 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 60 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia