Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Naik, Terangkat Laporan Inflasi AS dan Saham Oracle

Penulis : Indah Handayani
13 Jun 2025 | 04:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id — Indeks-indeks Wall Street ditutup naik pada Kamis (12/6/2025). Kenaikan itu ditopang oleh lonjakan saham Oracle serta laporan inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan. Optimisme investor pun meningkat, khususnya di sektor teknologi.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,38% dan berakhir di level 6.045,26, hanya terpaut 2% dari rekor tertingginya. Nasdaq Composite juga menguat 0,24% ke 19.662,48. Sementara Dow Jones Industrial Average terkerek 101,85 poin (0,24%) ke posisi 42.967,62.

Saham Oracle melonjak 13% usai melaporkan kinerja keuangan kuartal IV fiskal yang melebihi ekspektasi, baik dari sisi pendapatan maupun laba. CEO Oracle Safra Catz menyatakan, pendapatan dari infrastruktur cloud diperkirakan akan meningkat lebih dari 70% pada tahun fiskal 2026, naik signifikan dari pertumbuhan 52% di kuartal ini.

ADVERTISEMENT

Kabar tersebut mendorong saham teknologi lainnya dan menjadi katalis utama bagi penguatan S&P 500.

Selain itu, data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) AS bulan Mei juga mendukung pasar. Indeks harga produsen hanya naik 0,1%, lebih rendah dari perkiraan 0,2% dan turun dari 0,2% pada April. Data ini memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pada Kamis.

Di sisi lain, saham Boeing tertekan hampir 5% setelah insiden kecelakaan pesawat Dreamliner 787 milik Air India yang membawa 242 penumpang.

Kepastian Perdagangan

Pasar juga masih dibayangi ketidakpastian dari arah kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump. Meskipun Trump menyatakan kesediaannya memperpanjang tenggat waktu 8 Juli untuk menyelesaikan negosiasi dagang, dan menilai perpanjangan tersebut kemungkinan tidak diperlukan.

“Kami sudah membuat kesepakatan besar dengan China. Kami juga tengah bernegosiasi dengan Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lain,” kata Trump sembari menambahkan, surat resmi akan dikirim ke negara-negara mitra dagang dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Perwakilan AS dan China sebelumnya telah menyepakati kerangka kerja awal dalam pertemuan dua hari di London, namun masih menunggu persetujuan resmi dari Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kedua negara menyepakati pelonggaran pembatasan pada ekspor logam tanah langka serta aturan bagi pelajar asing.

Meski sejumlah sinyal positif bermunculan, para analis menilai pasar masih berada dalam fase ‘wait and see’. Tom Hainlin dari U.S. Bank Asset Management mengatakan, pasar belum melihat kesepakatan dagang yang benar-benar ditandatangani.

“Pasar masih bergerak dalam rentang lebar, tapi belum ada katalis kuat untuk menembus rekor baru. Kejelasan soal tarif, anggaran, dan kebijakan The Fed sangat dibutuhkan untuk memicu reli yang berkelanjutan,” ujar Hainlin.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia