Wall Street Naik, Terangkat Laporan Inflasi AS dan Saham Oracle
NEW YORK, investor.id — Indeks-indeks Wall Street ditutup naik pada Kamis (12/6/2025). Kenaikan itu ditopang oleh lonjakan saham Oracle serta laporan inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan. Optimisme investor pun meningkat, khususnya di sektor teknologi.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,38% dan berakhir di level 6.045,26, hanya terpaut 2% dari rekor tertingginya. Nasdaq Composite juga menguat 0,24% ke 19.662,48. Sementara Dow Jones Industrial Average terkerek 101,85 poin (0,24%) ke posisi 42.967,62.
Saham Oracle melonjak 13% usai melaporkan kinerja keuangan kuartal IV fiskal yang melebihi ekspektasi, baik dari sisi pendapatan maupun laba. CEO Oracle Safra Catz menyatakan, pendapatan dari infrastruktur cloud diperkirakan akan meningkat lebih dari 70% pada tahun fiskal 2026, naik signifikan dari pertumbuhan 52% di kuartal ini.
Kabar tersebut mendorong saham teknologi lainnya dan menjadi katalis utama bagi penguatan S&P 500.
Selain itu, data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) AS bulan Mei juga mendukung pasar. Indeks harga produsen hanya naik 0,1%, lebih rendah dari perkiraan 0,2% dan turun dari 0,2% pada April. Data ini memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pada Kamis.
Di sisi lain, saham Boeing tertekan hampir 5% setelah insiden kecelakaan pesawat Dreamliner 787 milik Air India yang membawa 242 penumpang.
Kepastian Perdagangan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






