Wall Street Naik, Terangkat Laporan Inflasi AS dan Saham Oracle
Pasar juga masih dibayangi ketidakpastian dari arah kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump. Meskipun Trump menyatakan kesediaannya memperpanjang tenggat waktu 8 Juli untuk menyelesaikan negosiasi dagang, dan menilai perpanjangan tersebut kemungkinan tidak diperlukan.
“Kami sudah membuat kesepakatan besar dengan China. Kami juga tengah bernegosiasi dengan Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lain,” kata Trump sembari menambahkan, surat resmi akan dikirim ke negara-negara mitra dagang dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Perwakilan AS dan China sebelumnya telah menyepakati kerangka kerja awal dalam pertemuan dua hari di London, namun masih menunggu persetujuan resmi dari Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kedua negara menyepakati pelonggaran pembatasan pada ekspor logam tanah langka serta aturan bagi pelajar asing.
Meski sejumlah sinyal positif bermunculan, para analis menilai pasar masih berada dalam fase ‘wait and see’. Tom Hainlin dari U.S. Bank Asset Management mengatakan, pasar belum melihat kesepakatan dagang yang benar-benar ditandatangani.
“Pasar masih bergerak dalam rentang lebar, tapi belum ada katalis kuat untuk menembus rekor baru. Kejelasan soal tarif, anggaran, dan kebijakan The Fed sangat dibutuhkan untuk memicu reli yang berkelanjutan,” ujar Hainlin.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






