Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Melonjak Lagi, Ketegangan Iran dan Israel Kian Memanas

Penulis : Indah Handayani
17 Jun 2025 | 11:44 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak, Sumber: Antara
Ilustrasi harga minyak, Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Harga minyak mentah global kembali melonjak pada Selasa (17/6/2025)., setelah kemarin sempat terpuruk. Kenaikan itu menyusul meningkatnya eskalasi konflik Israel dan Iran. Hal ini diperburuk dengan adanya seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengevakuasi massal dari Teheran.

Harga minyak Brent terlihat meningkat 0,45% menjadi US$ 73,68. Sedagkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,53% menjadi US$ 72,15 pada saat berita ini ditulis.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai, meski pasar diliputi ketidakpastian tinggi, tren harga minyak WTI secara teknikal masih menunjukkan kecenderungan naik (bullish). “Dari pola candlestick dan indikator Moving Average, peluang WTI menuju resistance di kisaran US$ 77 masih terbuka lebar,” ujar Andy dalam risetnya, Selasa (17/6/2025).

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, Andy juga mengingatkan adanya potensi pembalikan arah (reversal). Jika tekanan jual muncul kembali dan konflik tidak bereskalasi lebih jauh, harga minyak berpeluang kembali melemah menuju area support di US$ 71.

Di luar faktor teknikal, sentimen geopolitik tetap menjadi penggerak utama jangka pendek. Namun, secara fundamental, dinamika pasar minyak masih kompleks. Iran disebut tengah bernegosiasi untuk pelonggaran sanksi demi kesepakatan nuklir.

“Jika negosiasi tersebut tercapai bisa meningkatkan ekspor minyak mereka dan memberi tekanan tambahan pada harga,” jelas Andy.

Proyeksi OPEC+

Sementara itu, proyeksi OPEC+ justru memberi sentimen positif. Kartel minyak ini optimistis terhadap ketahanan ekonomi global pada paruh kedua 2025, sekaligus memangkas estimasi pertumbuhan pasokan dari AS dan negara-negara non-OPEC+ hingga 2026.

“Dalam jangka pendek, pergerakan harga ditentukan sentimen geopolitik. Namun untuk jangka menengah-panjang, faktor seperti pasokan global dan kebijakan OPEC+ akan lebih dominan,” tambah Andy.

Dengan kondisi pasar yang sangat dinamis, Andy menyarankan pelaku disarankan untuk terus memantau perkembangan konflik secara real-time dan memperhatikan level teknikal kunci sebelum mengambil keputusan transaksi. “Selama ketegangan terus berlangsung, potensi penguatan harga minyak masih terbuka,” tutup Andy.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 48 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia