Harga Minyak Melonjak 2% Lebih, Tembus Level Tertinggi 5 Bulan
Analis senior Sparta Commodities June Goh menyebutkan, risiko terhadap infrastruktur minyak kini meningkat. Jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, sebagian besar pengapalan minyak global akan terganggu.
Goldman Sachs memperkirakan harga Brent bisa melesat hingga US$ 110 per barel jika aliran minyak di Selat Hormuz terpangkas 50% selama sebulan, dan suplai tetap terganggu dalam bulan-bulan berikutnya.
Meski demikian, analis menilai lonjakan harga ini bisa bersifat sementara jika tidak terjadi gangguan nyata pada pasokan. Pembukaan posisi jual akibat reli harga sebelumnya juga bisa membatasi kenaikan lebih lanjut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






