Jumat, 15 Mei 2026

Wamen ESDM Komentari Harga Minyak yang Turun Pasca Gencatan Senjata Iran-Israel

Penulis : Bambang Ismoyo
27 Jun 2025 | 20:50 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di Bojonegoro, Kamis (26/6/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung saat ditemui di Bojonegoro, Kamis (26/6/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengomentari harga minyak dunia yang turun, pasca gencatan senjata Iran dengan Israel. Yuliot mengungkapkan harga minyak dunia saat ini turun jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya, tepatnya saat konflik antara Israel-Iran sedang dalam tensi yang sangat panas.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan tensi konflik di kawasan Timur Tengah mulai mereda. Terlebih, Israel dan Iran disebut melakukan gencatan senjata dan diklaim oleh berbagai pihak sebagai hasil dari upaya mereka masing-masing. Yuliot menambahkan, konflik tersebut belum sepenuhnya usai sehingga pemerintah Indonesia tetap melakukan pengawasan (monitoring) perkembangan dan memitigasi dampaknya.

Diketahui, konflik di Timur Tengah sangat mempengaruhi distribusi dan harga komoditas energi seperti minyak dan gas. Terlebih, Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan vital, sempat dikabarkan bakal ditutup oleh Iran. "Jadi kalau pengiriman, kita masih memperhatikan (monitor) keamanan yang ada di Timur Tengah," papar Yuliot saat ditemui di Bojonegoro, Jumat (26/6/2025).

ADVERTISEMENT

Namun, untuk saat ini Yuliot memastikan stok dan level harga minyak dunia dalam kondisi aman sehingga masyarakat tak perlu khawatir Indonesia kekurangan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk keperluan domestik.

Pada 20 Juni 2025 tercatat harga minyak dunia, khususnya minyak mentah Brent, sempat mencapai angka US$ 78 dolar per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik AS sempat melonjak hingga 3,2% ke level tertinggi sesi pada harga US$ 77,58 per barel.

Seiring adanya gencatan senjata, harga minyak Brent ditutup US$ 67,73 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI dibanderol dengan harga US$ 65,24 per barel, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/6/2025).

"Dan juga (ada) kesempatan damai. Jadi justru ini kita lihat harga minyak berangsur-angsur mulai turun," tukas Yuliot.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia