Jumat, 15 Mei 2026

Bukan Antam (ANTM), Pilihan Utama Jatuh ke Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
9 Jul 2025 | 18:28 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha penambangan nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha penambangan nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating netral untuk sektor pertambangan logam. Pilihan utama ternyata bukan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Naura Reyhan Muchlis mengungkapkan bahwa harga bijih nikel premium akhirnya berbalik arah karena permintaan melemah. Bijih nikel premium sempat mengalami tren kenaikan sepanjang 2024 dan mencapai puncaknya pada Juni 2025 sebesar US$ 26,8/wmt, kemudian menurun pada Juli 2025.

Penurunan harga bijih nikel premium seiring pelemahan harga patokan mineral (HPM), yang mengikuti penurunan harga nikel di London Metal Exchange (LME).

ADVERTISEMENT

Secara year to date (ytd), harga bijih telah naik 19%. Harga nickel pig iron (NPI) justru turun 2%. “Ketidaksesuaian tren ini menyebabkan tekanan margin pada smelter non-terintegrasi dan makin membuat mereka enggan menambah persediaan karena margin tipis, bahkan negatif,” tulis Timothy dan Naura dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (9/7/2025).

BRI Danareksa Sekuritas meyakini harga bijih nikel premium telah mencapai puncaknya dan pembalikan harga menjadi hal yang tak terhindarkan dalam jangka pendek. Setidaknya ada dua faktor yang memicu pembalikan harga.

Pertama, penurunan lebih lanjut harga NPI yang hampir menyentuh titik terendah pada Januari 2025, yaitu US$ 11.000/ton, akibat lemahnya permintaan restocking baja tahan karat (stainless steel).

Kedua, antisipasi tambahan kuota RKAB yang dirilis pada Juli-Agustus 2025, yang berpotensi menambah pasokan di paruh kedua 2025. Hal itu didukung oleh kondisi cuaca yang membaik dan kemungkinan penyesuaian kuota.

Meski demikian, ada potensi risiko kenaikan pada harga premium, seiring puncak musim restocking tahunan di China pada September-Oktober 2025, yang dikenal sebagai ‘Golden September, Silver October’.

Selain itu, Kementerian ESDM tengah mempertimbangkan untuk mengubah penerbitan RKAB dari 3 tahunan menjadi tahunan, yang dapat menciptakan ketidakpastian terhadap pasokan domestik pada masa mendatang di pasar yang sudah ketat.

Saham Pilihan Utama dan Target Harga 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 18 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia