Bukan Antam (ANTM), Pilihan Utama Jatuh ke Saham Ini
BRI Danareksa Sekuritas lebih memilih urutan sebagai berikut: bijih > MHP > NPI > matte, karena profitabilitas bijih masih menarik, meskipun trennya menurun.
“Kami juga lebih memilih MHP (mixed hydroxide precipitate) dibandingkan NPI karena margin tunai per ton lebih kuat dan menempatkan matte di urutan terbawah karena harganya tertekan akibat pelemahan harga nikel LME saat ini,” ungkap Timothy.
Baca Juga:
ITMG Borong Saham Emiten Nikel NICEBRI Danareksa Sekuritas menetapkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebagai pilihan utama. Urutan memilihnya: MBMA > INCO > BRMS > NCKL > ANTM > MDKA > TINS.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham MBMA dan INCO. Target harga saham MBMA sebesar Rp 490 dan INCO Rp 3.300.
Rekomendasi buy juga disematkan pada beberapa saham pertambangan logam lainnya, meski bukan pilihan teratas, seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Timah Tbk (TINS).
Target harga saham BRMS sebesar Rp 480, NCKL Rp 1.500, ANTM Rp 3.000, MDKA Rp 2.400, dan TINS Rp 1.300.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






