Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Perdagangan
NEW YORK, investor.id – Harga emas naik pada perdagangan Kamis (10/7/2025). Kenaikan itu dipicu meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketegangan perdagangan terbaru akibat tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Dikutip dari CNBC internasional, namun, kenaikan harga emas tertahan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Harga emas naik 0,31% menjadi US$ 3.324 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,1% di US$ 3.325,7.
Penguatan dolar AS, yang tercermin dari indeks dolar yang naik 0,2%, menjadi faktor penekan harga emas. Biasanya, penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
"Kecuali ada eskalasi geopolitik besar, saya tidak melihat emas bisa menembus US$ 3.400. Dalam waktu dekat, emas akan tetap bergerak dalam kisaran terbatas," kata analis senior di RJO Futures Daniel Pavilonis.
Trump kembali mengguncang pasar dengan mengumumkan tarif baru sebesar 50% terhadap impor tembaga AS dan produk dari Brasil, yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2025.
Analis di Sprott Asset Management Paul Wong mengatakan, ketegangan global justru meningkatkan minat terhadap emas di negara-negara berkembang. "Emas dianggap sebagai aset tanpa risiko pihak ketiga, yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berlangsung," ujarnya.
Risalah The Fed
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat The Fed pada Juni menunjukkan hanya ‘beberapa’ pejabat yang mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Mayoritas tetap khawatir terhadap tekanan inflasi akibat kebijakan tarif yang sedang berlangsung.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan bahwa jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran justru turun minggu lalu. Hal ini menunjukkan perusahaan masih mempertahankan tenaga kerja, meski pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Selain emas, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$ 36,87 per ons. "Menembus level US$ 35 membuka peluang menuju target US$ 40," kata Wong.
Sedangkan harga platinum naik 0,5% ke US$ 1.353,55. Sementara palladium melonjak 3,9% ke US$ 1.148,43, menyentuh level tertinggi sejak 3 Juli
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






