Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Kembali Menguat Usai Trump Umumkan Tarif Baru untuk Kanada

Penulis : Indah Handayani
11 Jul 2025 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)
Ilustrasi transaksi emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia kembali menguat pada Jumat (11/7/2025). Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap Kanada dan mengancam tarif tambahan bagi sejumlah mitra dagang utama lainnya. Namun, penguatan harga emas kali ini dibatasi oleh menguatnya dolar AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas naik 0,3% menjadi US$ 3.333,67 per ons pada saat berita ini ditulis. Sementara kontrak berjangka emas AS bertambah 0,6% ke US$ 3.345,10 per ons.

Trump menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif impor sebesar 35% terhadap Kanada mulai 1 Agustus 2025. Trump juga berencana mengenakan tarif menyeluruh sebesar 15–20% terhadap sebagian besar mitra dagang lainnya.

ADVERTISEMENT

Langkah ini mengikuti pengumuman pada Rabu (9/7/2025) mengenai tarif 50% terhadap impor tembaga dan barang dari Brasil. Surat pemberitahuan tarif juga telah dikirimkan ke Jepang dan Korea Selatan.

Analis pasar utama KCM Trade Tim Waterer menjelaskan, meski eskalasi perang dagang Trump kembali memanas, emas tidak melonjak setinggi sebelumnya. “Investor tampaknya mulai terbiasa dengan gaya kebijakan Trump dan dinamika tarif saat ini,” ujarnya.

Indeks dolar AS tercatat menuju performa mingguan terbaik sejak akhir Februari 2025. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

“Penguatan dolar yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga emas, kemungkinan menahan laju penguatan emas lebih tinggi,” kata Waterer.

Data AS

Sementara itu, data klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan penurunan tak terduga ke level terendah dalam tujuh pekan terakhir. Ini menunjukkan stabilitas ketenagakerjaan, meski pasar tenaga kerja mulai melambat. Data ini turut mengindikasikan bahwa The Fed belum akan terburu-buru memangkas suku bunga.

Emas, yang sering dianggap sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian ekonomi meningkat, biasanya lebih menarik dalam kondisi suku bunga rendah.

Gedung Putih juga kembali menyerang Ketua The Fed Jerome Powell. Seorang pejabat senior menyebut Powell telah ‘salah urus besar-besaran’ bank sentral AS, dengan mengutip defisit dan pembengkakan biaya sebagai alasan.

Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,4% menjadi US$ 37,17 per ons. Platinum turun tipis 0,2% ke US$ 1.358,61 per ons, sementara palladium menguat 0,2% ke US$ 1.143,55 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia