Jumat, 15 Mei 2026

Tarif Trump 19% untuk RI Jadi Bahan Bakar Tambahan IHSG 

Penulis : Indah Handayani
16 Jul 2025 | 10:56 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik signifikan setelah mendapatkan bahan bakar tambahan dari pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Indonesia sebesar 19%, turun dari sebelumnya sebesar 32%.

Aqil menilai, sentimen ini diprediksi akan melanjutkan tren positif dalam jangka menengah dan panjang. “Hal ini artinya perusahaan Indonesia tidak harus membayar tarif impor ke AS lebih besar dari tarif yang disebut Trump sebelumnya,” ungkap Aqil dalam Investor Market Opening, Rabu (16/7/2025).

Menurut Aqil, tidak hanya itu peluang adanya pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate yang akan diumumkan pada hari ini akan menjadi bahan bakar utama penguatan HSG. Jika pemangkasan BI Rate benar terjadi, hal ini akan menambah daya dorong IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, lanjut Aqil, kedua sentimen ini juga akan menjadi penopang IHSG melesat menuju 7.400, bahkan menuju 7.500 atau menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam jangka panjang.

Secara teknikal, Aqil menyebutkan IHSG masih tertahan di level resistance, sehingga masih belum berhasil menembus level 7.200. Meski demikian, penutupan IHSG hari ini akan menjadi penentuan tren IHSG selanjutnya.

Aqil mengatakan, apabila penutupan IHSG hari ini mampu menembus level 7.175, maka IHSG akan melanjutkan tren positifnya menuju level 7.240. “Namun, apabila tidak berhasil, IHSG akan berbalik turun ke 6.930,” jelasnya.

Sektor Pilihan

Terkait sektor pilihan, Aqil menyebut, saham sektor perbankan dan properti bisa menjadi pilihan investor jangka panjang. Mengingat adanya potensi pemangkasan BI Rate. Meskipun di saat yang sama, asing memilih keluar dari saham-saham perbankan ini.


Sedangkan untuk saham-saham emiten baru, Aqil mengatakan masih sangat menarik bagi para trader. Mengingat fluktuasinya kenaikan harga sahamnya yang sangat signifikan bahkan terus-terus menyentuh ARA.

“Hal itu terbukti masih banyak yang mengantri utnuk masuk di saham emiten baru tersebut,” tutupnya.   
 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia