Jumat, 15 Mei 2026

Trump Tekan Ketua The Fed Mundur, Ini Efek ke Saham dan Harga Dolar AS

Penulis : Yurike Metriani
15 Jul 2025 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Tekanan Presiden AS Donald Trump dan isu mundurnya Gubernur The Fed Jerome Powell membuat pelaku pasar waspada terhadap potensi gejolak harga dolar dan lonjakan indeks saham. (Istimewa)
Tekanan Presiden AS Donald Trump dan isu mundurnya Gubernur The Fed Jerome Powell membuat pelaku pasar waspada terhadap potensi gejolak harga dolar dan lonjakan indeks saham. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Gubernur The Fed, Jerome Powell, memicu spekulasi panas di pasar. Isu mundurnya Powell membuat pelaku pasar waspada terhadap potensi gejolak harga dolar dan lonjakan indeks saham. Trump terus mendesak pemangkasan Fed Funds Rate hingga 300 bps dari level 4,25–4,50%, yang bisa mengguncang arah kebijakan The Fed. Namun sebenarnya, apakah hal ini akan membuka peluang perubahan besar pada kurs dolar AS dan performa bursa saham Amerika? Simak penjelasannya.

Trump Tekan Ketua The Fed Mundur, Ini Efek ke Saham dan Harga Dolar AS

Apa Dampak Trump vs Towell terhadap Investor?

Tekanan yang ditujukan ke Powell sebenarnya bermula dari tuduhan bahwa kesaksian Powell tentang renovasi bank sentral untuk kantor pusatnya bersifat menipu. Pasalnya, anggaran awal renovasi adalah US$ 1.9bn namun naik menjadi US$2.5 bn.Selain itu, kekecewaan terhadap Powell juga disampaikan oleh Trump dengan julukan Mr. Too Late karena dianggap terlalu lambat dalam memangkas suku bunga. Apalagi kondisi ekonomi AS memang sedang terpuruk dan bank sentral negara lain telah agresif memangkas suku bunga.

Di sisi lain, dua alasan utama Powell untuk mempertahankan suku bunga adalah kekhawatiran terjadinya lonjakan inflasi akibat tarif serta ketenagakerjaan yang masih relatif kuat. Namun, kalau Powell memutuskan untuk mundur sebelum masa jabatan selesai, maka investor harus bersiap dengan beberapa kondisi berikut :
1. Market Turbulence
Disebabkan oleh tingginya ketidakpastian di bank sentral AS mengingat The Fed merupakan poros dari seluruh bank sentral lainnya di dunia.
2. Perubahan Kebijakan
Tentunya hal ini sangat berdampak ke kondisi ekonomi AS dan juga negara lainnya.
3. Penurunan Kepercayaan ke AS
Disebabkan oleh minimnya independensi Bank Sentral karena bisa diintervensi oleh Presiden.

Lalu, Siapa Potensi Kandidat Ketua The Fed Selanjutnya?

Pertanyaan penting berikutnya adalah siapa saja kandidat pengganti Powell untuk melanjutkan kepemimpinan. Berikut ini adalah beberapa nama yang kerap disebut sebagai penerus Powell.

1. Kevin Warsh
● Latar Belakang: Gubernur The Fed (2006–2011)
● Sikap Kebijakan: Dovish, sejalan dengan Trump
● Notes: Pilihan utama Trump, dianggap mampu menangani krisis

2. Scott Bessent
● Latar Belakang: Sekretaris Treasury, Hedge Fund Manager (under George Soros)
● Sikap Kebijakan: Dovish, sejalan dengan Trump
● Notes: Favorit Trump dan juga banyak investor lainnya

3. Christopher Waller
● Latar Belakang: Gubernur The Fed (2020)
● Sikap Kebijakan: Mendukung rate cut pada 2025
● Notes: Menjadi favorit para investor domestik AS

4. David Malpass
● Latar Belakang: Ex-World Bank President
● Sikap Kebijakan: Mendukung kebijakan dovish
● Notes: Tidak terlalu kuat secara publicity
Deretan pengganti Powell tersebut menanggung ekspektasi cukup besar dari Trump dan juga seluruh masyarakat AS, antara lain :
● Pro Growth + Dovish, seperti yang telah disampaikan berulang kali oleh Trump mengingat visi utamanya adalah Make America Great Again (MAGA).
● Fiscal Friendly, yang artinya wajib memprioritaskan untuk memberikan ruang kenaikan bagi utang Pemerintah AS walaupun harus mengorbankan kenaikan inflasi maupun pelemahan US$.
● Transparent + Media Savvy, mengingat saat ini publisitas menjadi ‘komoditas’ untuk mendongkrak kepercayaan publik layaknya apa yang dilakukan oleh Trump.
● Trade Conscious, mengingat selama Trump memimpin artinya perang tarif akan terus berlangsung sehingga kebijakan moneter dan fiskal oleh The Fed juga harus mempertimbangkan hal ini.

Apakah Make America Great Again Dapat Terwujud?

Memang tidak ada jaminan bahwa mimpi Trump untuk mencapai ‘Make America Great Again’ bisa terwujud dengan menggantikan Powell. Namun, jika pergantian ini tetap terjadi, maka berikut ini efeknya ke pasar keuangan:

 ● Mortgage Rates lebih rendah, apalagi jika FFR dipangkas hingga 300bps dan terjadi penghematan hingga US$ 200bn/tahun untuk debt service.
● Indeks saham AS terdongkrak naik, mengingat FFR kembali mendekati level yang amat rendah dan investor akan berburu aset dengan high yield.
● Belanja pemerintah lebih cepat, karena suku bunga pinjaman yang lebih rendah membuat ada ruang untuk belanja Pemerintah yang lebih besar demi mendorong aktivitas konsumsi domestic AS.
Harga dolar menjadi lebih rendah, yang membuat aktivitas ekspor AS meningkat.

Pergantian Powell yang cukup kontroversial memang bukan satu-satunya kunci untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang dihadapi AS. Namun setidaknya, jika terjadi perubahan arah kebijakan The Fed, maka big shifting dapat kembali terjadi di pasar keuangan AS.

Editor: Yurike Metriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia